Berawal di Medsos, Wanita Uzbekistan Disandera dan Diperkosa selama 6 Bulan di India

Senin, 03 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW DELHI – Seorang pria Delhi ditahan oleh kepolisian India karena diduga telah menipu seorang wanita Uzbekistan berusia 22 tahun untuk pergi ke India, kemudian menyandera dan memperkosanya selama enam bulan.

The Times of India melaporkan bahwa pria yang hanya dikenal sebagai Sonu alias Sumit itu didakwa dengan perkosaan dan “perdagangan tak bermoral” pada hari Minggu (02/03).

Sonu diduga bertemu sang wanita secara online dan ia menyamar sebagai seorang eksekutif senior IT. Sonu kemudian menawarinya pekerjaan di India. Namun sesampainya di bandara, Sonu kemudian membawa sang wanita ke sebuah rumah di lingkungan Mehrauli Delhi.

“Sonu merampas paspor dan uangnya, mengklaim bahwa ia perlu menyimpan itu sebagai jaminan. Ia kemudian menyandera wanita itu dan memperkosanya selama hampir setengah tahun,”kata seorang perwira polisi kepada Hindustan Times.

Sonu juga dilaporkan memaksanya menjadi pelacur dan mengancam jika dia mencoba untuk meninggalkan rumah. Akhirnya, wanita itu dapat berhubungan dengan pengacara dan melapor kepada polisi, pada hari Jumat. Sonu ditangkap setelah pemeriksaan medis dari sang wanita mengkonfirmasi bahwa ia adalah korban pemerkosaan. Polisi kini menyelidiki apakah Sonu adalah bagian dari rantai perdagangan manusia yang lebih besar.

Kedutaan Uzbek telah diinformasikan dan pihak berwenang saat ini tengah bekerja untuk bisa memulangkan wanita tersebut.

Kekerasan seksual di India menyebabkan kemarahan besar pada tahun 2012 ketika seorang mahasiswa Delhi berusia 23 tahun diperkosa beramai-ramai di bus yang kemudian menyebabkannya meninggal di rumah sakit. serangan yang menyebabkan demonstrasi jalanan memprotes tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan itu mendorong pemerintah India untuk menguatkan hukuman penjara bagi pemerkosa.

Pelaku bersalah sekarang menerima minimal 20 tahun penjara, bukan 10 tahun seperti sebelumnya. Hukuman maksimum adalah seumur hidup di balik jeruji besi.

Meskipun sudah ada demonstrasi publik dan perubahan undang-undang, perkosaan dan kekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan masih sering terjadi di India.

Statistik yang dirilis oleh Biro Kejahatan Rekor Nasional (NCRB) menunjukkan lebih dari 34.600 kasus perkosaan dilaporkan pada tahun 2015, atau sekitar satu pemerkosaan setiap 15 menit. Korban tahu pelaku mereka di 33.098 dari kasus, tetapi banyak yang tidak dilaporkan.

Sebelumnya pada bulan Maret, wanita Uzbekistan lainnya yang tinggal di Delhi melaporkan dia telah diperkosa oleh mantan pacarnya dan empat temannya. (ARN)

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: