Fakta Mengejutkan Raja Maroko Homoseksual dan Perbudakan Seks Anak

Kamis, 06 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, RABAT – Publik akhir-akhir ini dikejutkan dengan pemberitaan yang dikeluarkan Berita televisi nasional Belanda NOS-Journaal yang terang-terangan menyebut bahwa raja baru dari Maroko, Sidi Moulay Mohammed (Mohammed VI), adalah seorang gay.

Laporan ini telah menyebabkan demonstrasi anti-media tersebut di kota Utrecht, yang memiliki populasi penduduk asli Maroko yang besar, yang berjarak hanya 15 kilometer dari markas jaringan TV itu di Hilversum.

“Mohammed, 36 tahun, pernah belajar perguruan tinggi di Brussels, Belgia, dan secara teratur sering nongkrong di bar gay di sana,” kata De Gay Krant dalam wawancara NOS-Journal tersebut.

“Dan homoseksualitasnya adalah “rahasia umum” di kalangan intelektual Maroko,” tambah warga Marrakech, Tony Flavel, kepada surat kabar tersebut.

“Tapi Anda lebih baik tidak membicarakannya,” katanya. “Polisi dan angkatan bersenjata menentang raja baru itu justru karena alasan ini. Mereka lebih memilih adiknya yang “normal”, Moulay Rashid.”

Ketua redaksi NOS, Hans Brom, mengatakan kepada De Gay Krant bahwa apakah wartawan program tersebut yakin dengan fakta yang mereka miliki.

“Kebenaran tidak bisa diperbaiki,” kata De Gay Krant, “Wartawan kami, Robbert Bosschard, berbicara dengan kepala polisi dan komandan dari tentara Maroko. Mereka yakin bahwa raja baru itu adalah seorang gay dan mereka takut terhadap masa depan negara di bawah seorang raja homoseksual.”

Maroko – Rumah dari Raja homoseksual dan Perbudakan Seks Anak

Raja terbaru dari Maroko, keturunan langsung dari raja sebelumnya, adalah seorang homoseksual. Saat mulai menjabat, ia menjanjikan pada rakyatnya, bahwa ia akan mereformasi penyakit-penyakit sosial dan memberikan program sosial yang menguntungkan bagi wanita dan anak-anak. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, perbudakan seks anak justru semakin tinggi, dan anak-anak muda banyak yang dijual ke Italia. Orang tua dari Maroko tega menjual anak-anak mereka hanya untuk 3000 dolar.

Homoseksualitas adalah melawan hukum di Maroko, tapi ini tidak menghentikan praktek itu merajalela oleh penduduk setempat. Penangkapan pernah terjadi ketika “Turis Barat” berupaya untuk mendapatkan ketersediaan akses untuk perdagangan anak laki-laki’.

Sampai tahun 1920-an, penari anak laki-laki usia 8-16, tersedia di seluruh negara ini. Hari ini, praktek ini muncul kembali, karena dorongan oleh ‘aktivis LGBT’ untuk penerimaan homoseksualitas dan perjantanan.

Pelacuran

Kota Maroko penuh pelacur perempuan. Tetapi mereka umumnya untuk orang-orang Maroko (tentara dan mereka yang belum menikah) dan bukan untuk para wisatawan. AIDS menyebar sangat luas.

Menurut para ahli, Orang-orang Maroko suka menghabiskan waktu dengan teman dari jenis kelamin yang sama. Persahabatan sesama jenis sangat penting bagi orang Maroko sepanjang hidup mereka. Ada beberapa batasan untuk keintiman dalam persahabatan sesama jenis. Banyak orang Maroko menikah hanya untuk memenuhi rasa kewajiban.’

Menurut buku ‘Culture Shock- Morocco’ oleh Orin Hargraves (Kuperard), “hubungan homoseksual antara anak laki-laki dan pemuda adalah umum di Maroko.”

Sumber: Wockner

.

About ArrahmahNews (12176 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: