Damaskus: Suriah Tidak Pernah dan Tidak Akan Pernah Gunakan Senjata Kimia

Jum’at, 07 April 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah, Walid al-Moallem menegaskan kembali pada hari Kamis bahwa Tentara Arab Suriah tidak pernah dan tidak akan pernah menggunakan jenis senjata kimia apapun bahkan terhadap para teroris yang selalu menargetkan rakyat Suriah.

Dalam konferensi pers di Damaskus, al-Moallem mengatakan bahwa kebohongan mengenai Tentara Suriah menggunakan senjata kimia ini berasal dari negara-negara yang telah dikenal selalu bersekongkol melawan Suriah, setelah para teroris andalan mereka gagal dalam serangan dan negara-negara itu juga gagal dalam upaya mereka untuk mengganggu proses politik. (Baca juga: Soal Serangan Idlib, Kebohongan yang Sama jadi Alasan AS Invasi Irak)

“Kalian semua mengetahui tentang pernyataan Komando Angkatan Darat dan Angkatan Bersenjata Suriah dan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan yang dikirim ke Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dan pernyataan Deputi Perwakilan Tetap Suriah di New York, dan semua pernyataan ini menekankan bahwa pasukan kami tidak pernah menggunakan senjata kimia baik di masa lalu maupun di masa sekarang dan tidak mungkin mereka menggunakannya di masa depan di mana saja, dan kami mengutuk tindak kriminal semacam itu,” kata al-Moallem sebagaimana dikutip SANA, Kamis (06/04). (Baca juga: Ini yang Tidak Diungkap Media Soal Serangan Kimia di Suriah)

Al-Moallem mengingatkan dalam konferensi persnya bahwa Suriah telah bergabung dengan OPCW dan menyampaikan laporan berturut-turut tentang hal ini dan pada pertengahan tahun 2016, Organisasi itu juga telah mengkonfirmasi keakuratan data yang disediakan Suriah.

Menlu Suriah itu juga mempertanyakan waktu “kampanye tidak adil” terhadap Suriah ini, yang bertepatan dengan fakta bahwa beberapa minggu terakhir Suriah telah menyaksikan gerakan aktif menuju rekonsiliasi nasional, serangan teroris di Jobar dan pedesaan utara Hama yang dengan tegas direspon Tentara Suriah berhasil mengembalikan semua poin, dan tidak adanya teroris dalam pertemuan terbaru Astana atas permintaan Turki dengan tujuan untuk mengganggu hasil di Astana. (Baca juga: Misi Rusia adalah Membantu Suriah Sepenuhnya)

Dia juga menyebut fakta bahwa di babak kelima perundingan Jenewa, “delegasi Riyadh” hanya memiliki satu permintaan di sana, yaitu mengambil alih kekuasaan.

“Ketika semua upaya ini gagal, mereka datang dengan kebohongan bahwa tentara menggunakan senjata kimia di Khan Sheikhoun,”kata al-Moallem. (Baca juga: Maria Zakharova; Laporan White Helmet Tidak Bisa Dijadikan Bukti Serangan Kimia)

Menteri Luar Negeri Suriah itu menjelaskan bahwa kampanye tuduhan tentara Suriah menggunakan senjata kimia di Khan Sheikhoun dimulai pada pukul 06:00 waktu setempat, sementara serangan udara pertama yang dilakukan oleh tentara Suriah dengan menargetkan gudang amunisi teroris Jabhat al-Nusra yang termasuk berisi senjata kimia, terjadi pukul 11:30 di hari yang sama.

Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa bukti jika target adalah gudang amunisi adalah bahwa daerah di mana rekaman video yang difilmkan melalui “White Helmets” dan “Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia” yang berbasis di London adalah sebuah lingkaran kecil, menekankan bahwa jika ada serangan udara dengan menggunakan senjata kimia, maka serangan kimia itu akan tersebar di diameter lebih dari 1 km.” (Baca juga: Assad; Jika Kami Tak Melawan, Suriah Telah Musnah)

“Saya menegaskan kembali bahwa Angkatan Darat Arab Suriah tidak pernah dan tidak akan pernah menggunakan senjata semacam ini (senjata kimia), bukan hanya untuk tidak akan menyerang rakyat kami dan anak-anak kami, tapi bahkan untuk tidak menyerang para teroris yang membunuh rakyat kami dan anak-anak kami dan menyerang warga sipil di kota dengan peluru-peluru mereka,”tambah al-Moallem.

Ia menekankan bahwa tidak masuk akal tentara Suriah menggunakan senjata kimia sekarang pada saat negara itu telah mencapai kemenangan di berbagai bidang yang telah menyebabkan perubahan posisi beberapa negara di arena internasional dan “saat ini ketika kami optimis tentang realisasi opini publik dunia dari realitas siasat teroris terhadap Suriah?”

“Dan kita harus sadar bahwa penerima manfaat utama dari semua yang terjadi adalah Israel, dan bukankah aneh untuk melihat Netanyahu hampir menangis atas apa yang terjadi di Khan Sheikhoun?” kata al-Moallem. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: