Putin Tak Terima Netanyahu Tuduh Assad Dibalik Serangan Idlib

Jum’at, 07 April 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Hal ini tidak dapat diterima untuk melakukan tuduhan terhadap siapa pun sehubungan dengan insiden kimia Idlib sampai penyelidikan internasional dilakukan. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan hal ini dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kedua pihak bertukar pandangan mengenai insiden kimia yang terjadi di Provinsi Idlib Suriah pada 4 April. Putin terutama menyatakan bahwa adalah hal yang tidak dapat diterima untuk melakukan tuduhan terhadap siapa pun sampai penyelidikan internasional yang menyeluruh dan imparsial dilakukan,” layanan pers Kremlin mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip TASS, Kamis (06/04). (Baca juga: Ini yang Tidak Diungkap Media Soal Serangan Kimia di Suriah)

Menurut layanan pers Kremlin,Israellah yang menginginkan untuk melakukan pembicaraan dengan Putin pasca insiden Idlib.

Putin dan Netanyahu menekankan perlunya meningkatkan upaya global untuk memerangi terorisme. “Aspek utama dari kerjasama Rusia-Israel dalam perang melawan teror dibahas, kedua pihak menegaskan kesiapan mereka untuk meningkatkan interaksi dalam rangka untuk memastikan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah, pertama dan terutama, di Suriah,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut. (Baca juga: Gagal di Suriah, Netanyahu Merengek ke Putin)

Perdana Menteri Israel itu juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan teman-teman mereka yang tewas oleh ledakan metro di kota Rusia St Petersburg . (ARN)

About ArrahmahNews (12186 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Presiden Rusia Bongkar Rencana Propaganda Baru untuk Hancurkan Assad – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: