Soal Serangan Idlib, Kebohongan yang Sama jadi Alasan AS Invasi Irak

Jum’at, 07 April 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, ANKARA – Faruk Logoglu, mantan duta besar Turki untuk AS berbicara kepada Sputnik Turki mengenai insiden serangan kimia Idlib mengatakan bahwa itu bertujuan merusak pemerintah Suriah dan proses perdamaian.

“Pertama-tama, perlu dicatat bahwa pada saat ini kita hanya tahu bahwa serangan mengerikan itu dilakukan di Suriah Idlib, banyak orang tak berdosa tewas dan di antara mereka anak-anak. Namun, siapa yang melakukan serangan ini, bagaimana dan mengapa, yang masih belum diketahui,”kata Logoglu kepada Sputnik, Kamis (06/04).

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa pertemuan Dewan Keamanan PBB diadakan saat diumumkan bahwa itu perlu untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Namun, kita melihat bahwa sejumlah negara Barat, khususnya Amerika Serikat, sudah mengklaim bahwa serangan kimia ini dilakukan oleh pasukan dari Assad. Namun, mereka tidak memberikan bukti apapun,”kata diplomat itu.

“Jika mereka memang memiliki informasi yang mengkonfirmasikan bahwa ini adalah kesalahan pasukan pemerintah Suriah maka seharusnya mereka menunjukkan bukti itu kepada masyarakat internasional,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa tidak boleh dilupakan bagaimana pada satu waktu, mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell, berbicara pada sidang Dewan Keamanan PBB sambil menunjukkan kepada dunia gambar-gambar gudang-gudang senjata kimia Irak demi membuktikan keberadaan senjata pemusnah massal di Irak, yang ternyata palsu, Namun hal itu telah menyebabkan invasi negara.

“Itu menjadi alasan invasi ke Irak. Di Suriah, pada masa pemerintahan Obama, masalah yang sama dengan senjata kimia sudah diangkat; Namun, itu diselesaikan dengan bantuan dari PBB,”kata Logoglu kepada Sputnik Turki.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa siapa pun yang melakukan serangan ini berharap bahwa ini akan secara negatif mempengaruhi gencatan senjata yang didirikan di Suriah berkat upaya bersama Rusia-Turki dan pembicaraan gencatan senjata di Suriah secara keseluruhan.

Oposisi Suriah mengklaim pada hari Selasa bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Bashar Assad telah menggunakan gas kimia pada orang-orang di provinsi barat laut, menewaskan hampir 80 orang dan melukai 200. Assad berpendapat pemerintah tidak memiliki senjata kimia setelah setuju untuk telah mereka hancur pada tahun 2013. Dia juga menolak tuduhan memiliki bahan kimia yang digunakan terhadap rakyatnya sendiri. (ARN)

About ArrahmahNews (12190 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: