Berita Terbaru

TERBONGKAR! White Helmets Bunuh Anak-anak demi Video Palsu Serangan Kimia

Minggu, 09 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, STOCKHOLM – Presiden Trump kini mengancam untuk membawa Amerika ke dalam perang terhadap Suriah, Iran dan bahkan Rusia. Perang itu katanya dibenarkan oleh “bukti” yang ia terima dari White Helmets Suriah. Kami akan membuktikan tanpa keraguan bahwa ini adalah kerjasama licik, perpaduan dari CIA, al Qaeda dan intelijen Inggris. Telah ada bukti “telak” bahwa Trump dan “berita palsu” MSM selalu sejalan dan mempermainkan kita semua.

White Helmets, yang seharusnya sebuah LSM independen, menerima dana“proyek gelap” hingga 100 juta dolar dari CIA dan Kementerian Luar Negeri Inggris. Membunuh anak-anak adalah saham dan perdagangan mereka seperti yang akan kita buktikan.


Mereka berbagi markas dengan Intelijen Turki di Gaziantep. Organisasi ini jauh lebih pantas disebut “pasukan kematian” daripada pertahanan sipil.

Veterans Today dalam laporannya menyatakan bahwa organisasi Dokter Swedia Untuk Hak Asasi Manusia (swedhr.org) menganalisis beberapa video “penyelamatan” setelah dugaan serangan senjata kimia yang dituduhkan kepada pasukan pemerintah Suriah sebelum ini.

Para dokter tersebut menemukan bahwa video itu palsu, di mana bahkan tindakan yang sepertinya “penyelamatan” itu dalam kenyataannya ternyata adalah pembunuhan!

Pada analisis pertama, tampak seolah-olah para dokter seolah tengah menolong anak-anak yang diasumsikan sudah meninggal. Namun, setelah penyelidikan yang lebih luas, tim Swedhr memastikan bahwa anak-anak itu bukan meninggal melainkan tidak sadar akibat overdosis opium.

Rekaman video juga menunjukkan seorang bayi yang menerima suntikan di dadanya, di daerah jantung dan akhirnya terbunuh setelah injeksi adrenalin palsu diberikan.”

Ini adalah Pembunuhan!


Para dokter menyatakan hal ini dalam analisisnya:

• Rekaman Video yang diklaim sebagai langkah penyelamatan nyawa setelah serangan kimia dengan gas klorin (sekarang diklaim Sarin dan itu tidak mungkin), meliputi suntikan adrenalin melalui jarum suntik dengan jarum panjang hingga ke jantung bayi. Perawatan yang diperlihatkan sama sekali bukan perawatan yang seharusnya diberikan untuk korban serangan potensial bahan kimia.

• Penanganan dan pengobatan anak itu dilakukan dengan cara yang ceroboh, berbahaya dan mungkin menyebabkan bahaya serius.

• Yang paling nyata adalah tembakan palsu adrenalin yang diulang-ulang, konon dikatakan ditembakkan ke jantung. “Tenaga medis,” atau kita bisa memanggil mereka para aktor, tidak mendorong plunger pada jarum. Dengan demikian, isi jarum suntik tidak pernah disuntikkan seperti yang terlihat jelas dalam video itu sendiri.

• Diagnosis yang disimpulkan oleh tim ahli medis yang asli, berdasarkan pada apa yang diamati dalam video, menunjukkan bahwa anak itu dalam keadaan dibius oleh opium dan kemungkinan mati karena overdosis. Tidak ada bukti dari zat lainnya, baik zat kimia atau sebaliknya.

• Tak satu pun dari anak-anak di video itu menunjukkan tanda-tanda menjadi korban dari serangan kimia.

• Sudah jelas bahwa rekaman suntikan dengan jarum panjang palsu yang dilakukan dengan arahan itu telah membunuh si anak dalam video. Ini adalah pembunuhan yang secara sengaja diarahkan untuk terlihat sebagai seolah-olah perawatan medis.

• Selain itu, terjemahan suara dalam video itu juga palsu, arti kata kata bahasa Arab dalam video itu adalah antara lain termasuk perintah untuk memposisikan si anak sehingga dapat diambil gambar sesuai keperluan video, bukan untuk perawatan medis sebagaimana dikatakan terjemahan palsunya.

• Video yang dibahas ini diunggah di channel White Helmets “pertahanan sipil Suriah di provinsi Idlib”. Video ini diproduksi oleh White Helmets bersama-sama dengan organisasi “koordinasi sarmin”, organisasi dengan logo bendera hitam jihad (Al Qaeda).

Ketua asosiasi, Profesor Prof. Marcello fer rada de Noli, pada awal Maret 2017 menerbitkan artikel pertama dengan analisis kasus: “Dokter Swedia untuk Hak Asasi Manusia: video Helm Putih, manipulasi mengerikan dari anak-anak tewas dan sandiwara serangan senjata kimia untuk membenarkan”No -fly Zone‘di Suriah’.

Hal ini diikuti oleh lebih banyak penemuan mengerikan dalam video yang awalnya tidak diperhatikan yang olehnya diulas dalam artikel “Video Helm Putih: Bukti Terbaru dari Dokter Swedia menkonfirmasi Praktek Palsu Penyelamatan Nyawa telah melukai anak-anak”.

Temuan kolektif dari dokter Swedia (swedhr) sehubungan dengan propaganda dan pemalsuan oleh al-Qaeda (Al Nusra) di Suriah ini sejalan dengan temuan terkemuka ilmuwan Jerman dan Internasional terkait Perang Suriah.

Ferrada de Noli adalah pendiri dan ketua Dokter Swedia untuk Hak Asasi Manusia (SWEDHR), sebuah organisasi penelitian non pemerintah yang terdiri dari sekelompok profesor dan dokter yang beroperasi di wilayah-wilayah yang berhubungan dengan kesehatan, bertujuan untuk melakukan penelitian dan melaporkan efek dari kekejaman perang di daerah sipil, penyiksaan tahanan dan pelanggaran hak asasi manusia. (ARN)

About ArrahmahNews (10868 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Rand Paul: Sadarlah Trump! ISIS Lebih Berbahaya dari Assad – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: