Berita Terbaru

Senator AS: Trump Harus Sadar ISIS Lebih Berbahaya dari Assad

Senin, 10 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Pemerintahan Trump perlu memutuskan siapa yang dianggap lebih berbahaya – ekstrimis dan teroris ISIS atau Presiden Suriah Bashar al-Assad. Senator Rand Paul (Anggota Partai Republik dari Kentucky) mengatakan hal ini dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Sabtu (09/04).

“Anda harus bertanya pada diri sendiri: siap yang mengambil alih berikutnya? Apakah mereka lebih baik dari penghuni ini? Apakah pemberontak Islam radikal – pemberontak Islam radikal di Suriah – lebih baik daripada Assad? Ada dua juta orang Kristen di Suriah yang dilindungi oleh Assad, dan mereka takut jika para pemberontak Islam mengambil alih,” kata senator itu. (Baca juga:TERBONGKAR! White Helmets Bunuh Anak-anak demi Video Palsu Serangan Kimia)

Ia menambahkan bahwa “akan ada pasokan musuh tak berujung ” di Suriah.

Paul juga menekankan bahwa situasi yang kompleks di Suriah tidak dapat disamakan dengan kamp-kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II. Senator itu mengingatkan bahwa “kekejaman di seluruh dunia” terjadi setiap hari, tapi itu tidak berarti bahwa AS harus setiap saat menyerah pada emosi dan menggunakan kekuatan militer. (Baca juga:Rusia akan Minta Penjelasan Menlu AS Mengenai Serangan ke Suriah)

“Kita harus memutuskan kapan kita akan campur tangan sebagai sebuah negara, ketika kita akan menempatkan para pemuda dan wanita kita, mempertaruhkan nyawa mereka dalam hal ini. Dan kita tidak, terus terang, melakukannya untuk setiap kekejaman di dunia ,” jelasnya.

Senator itu juga percaya bahwa dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah tidak mempengaruhi kepentingan nasional AS. “Sebagaimanapun mengerikannya serangan itu, dan sebagaimanapun mirisnya gambar dan kekejaman dan anak-anak sekarat itu, saya tidak percaya bahwa ada kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat disana,” tegasnya.

Amerika Serikat telah meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara militer Suriah di Ash Sha’irat dekat Homs Kamis malam. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu merupakan tanggapan terhadap dugaan penggunaan senjata kimia di Idlib pada Selasa, dimana Washington menyalahkan Damaskus.

Juru bicara presiden Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow memandang insiden itu sebagai agresi terhadap sebuah negara yang berdaulat.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayjen. Igor Konashenkov, militan Suriah melancarkan serangan besar-besaran pada posisi yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah tak lama setelah serangan.(ARN)

About ArrahmahNews (10030 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: