Barat Kembali Ajukan Draft Resolusi PBB tentang Suriah

Rabu, 12 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Amerika Serikat, Perancis dan Inggris telah mengedarkan di Dewan Keamanan PBB versi revisi dari rancangan resolusi mereka pada penyelidikan dugaan serangan kimia di Khan Sheikhoun Suriah pada 4 April. Hal ini disampaikan wakil tetap Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, pada hari Selasa (11/04).

“Bersama dengan AS & Perancis, Inggris telah mengedarkan revisi rancangan resolusi tentang Suriah mengutuk serangan Senjata Kimia & meminta kerja sama penuh dengan penyelidikan,” tulis diplomat itu di akun Twitternya. Rycroft meminta semua anggota Dewan Keamanan untuk mendukung dokumen dan berbicara untuk mendukung “proses politik yang tepat” yang akan mengarah pada penyelesaian damai konflik Suriah. (Baca juga:Erdogan Seharusnya Jadi Tersangka Utama Serangan Kimia di Idlib)

Pekan lalu, tiga rancangan resolusi diajukan ke Dewan Keamanan PBB. Yang pertama diusulkan oleh Inggris, Inggris dan Perancis menuntut bahwa Damaskus menyerahkan semua informasi tentang penerbangan dari hari kejadian untuk Mekanisme Investigasi Gabungan PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dan menyediakan akses ke pangkalan militer dari mana serangan terhadap Khan Sheikhoun dapat dilakukan. Rancangan resolusi kedua yang disiapkan oleh Rusia meminta pengiriman ahli PBB dan OPCW ke daerah dugaan insiden terjadi. Resolusi rancangan ketiga diedarkan oleh 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan sebagai pilihan kompromi. Pembahasan dokumen terputus setelah AS melakukan serangan rudal terhadap lapangan udara militer di provinsi Homs Suriah pada tanggal 7 April. (Baca juga:KECEPLOSAN! Jubir Gedung Putih Sebut Tujuan Serangan AS Untuk Kacaukan Suriah: Video)

Sebelumnya pada hari Selasa, Wakil Tetap Perancis, Francois Delattre, mengatakan kepada wartawan bahwa Dewan Keamanan PBB akan melanjutkan bekerja pada rancangan resolusi untuk menyelidiki insiden Khan Sheikhoun. “Kami percaya bahwa sehubungan dengan senjata kimia dan serangan kimia, kami tidak bisa menyerah dan kami harus mencoba dengan itikad baik terbaik yang kami bisa untuk memiliki teks DK PBB yang mengutuk serangan itu dan meminta investigasi menyeluruh,” kata diplomat itu, menambahkan bahwa “taruhannya terlalu tinggi.” (ARN)

About ArrahmahNews (12164 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: