Pasca Keceplosan, Jubir Gedung Putih Terancam Dipecat Karena Sangkal Holocaust

Rabu, 12 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer harus dipecat setelah menyangkal Holocaust dalam klaimnya yang  membandingkan dugaan serangan kimia pekan lalu di Suriah, dimana Washington menyalahkan Presiden Bashar Assad, dengan tindakan Adolf Hitler. Pengawas HAM AS mengeluarkan pernyataan itu di hari Rabu (12/04).

 Pada hari Selasa, saat konferensi pers di Gedung Putih Spicer mencoba menjelaskan kekejaman serangan senjata kimia dimana Amerika Serikat berusaha terus menyalahkan Presiden Suriah Bashar Assad dengan mengklaim bahwa bahkan Hitler tidak menggunakan senjata kimia terhadap orang-orangnya sendiri. Juru bicara itu dianggap menyatakan bahwa Nazi tidak menggunakan gas kimia di “pusat Holocaust.” (Baca juga:KECEPLOSAN! Jubir Gedung Putih Sebut Tujuan Serangan AS Untuk Kacaukan Suriah: Video)

“Pernyataan Spicer adalah cercaan paling jahat pada sekelompok orang yang pernah kita dengar dari seorang sekretaris pers Gedung Putih. Sean Spicer sekarang tidak memiliki integritas untuk melayani sebagai sekretaris pers Gedung Putih, dan Presiden Trump harus memecatnyasegera,” kata Steven Goldstein , Direktur Eksekutif Anne Frank Frank Center for Mutual Respect, dalam pernyataannya yang diterbitkan di Facebook. (Baca juga:Putin Bongkar Rencana Propaganda Baru yang Disiapkan untuk Hancurkan Assad)

Spicer yang sudah sial dalam konferensi pers sebelumnya saat “keceplosan” dengan  menyebut tujuan AS adalah mengacaukan Suriah, kemudian meminta maaf atas komentarnya soal Hitler dan menyebutnya sebagai suatu “kesalahan.” Namun demikian klaim yang sudah terlanjur keluar itu memicu kritik tajam. Pemimpin minoritas parlemen AS, Nancy Pelosi, juga meminta Trump untuk memecatnya karena mengecilkan kengerian Holocaust. (ARN)

About ArrahmahNews (12202 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: