Sean Spicer Meminta Maaf karena Membandingkan Assad Dengan Hitler

Kamis, 13 April 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer meminta maaf setelah membandingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Saat mengintensifkan kritiknya terhadap pemimpin Suriah selama konferensi pers pada hari Selasa, Spicer menyatakan bahwa Presiden Assad bersalah karena tindakannya yang lebih kejam dari Hitler dan menegaskan bahwa mantan kanselir Jerman itu tidak menggunakan senjata kimia selama Perang Dunia II. (Baca juga: Pasca Keceplosan, Jubir Gedung Putih Terancam Dipecat Karena Sangkal Holocaust)

“Anda memiliki seseorang yang tercela seperti Hitler, bahkan Hitler tidak tenggelam pada penggunaan senjata kimia,” kata juru bicara Gedung Putih, yang mendadak amnesia atas penggunaan kamar gas di kamp konsentrasi yang dikenal dengan peristiwa Holocaust.

Komentar Spicer menarik sebuah reaksi kuat dari kalangan Yahudi di Amerika Serikat, bahkan menuntut pengunduran dirinya.

Beberapa jam kemudian, Spicer muncul di CNN dan meminta maaf atas kekhilafannya yang telah membandingkan pemimpin Suriah dengan Hitler.

“Terus terang, saya keliru menggunakan sebuah komentar yang tidak pantas dan tidak sensitif tentang Holocaust serta tidak ada perbandingan,” katanya. “Untuk itu saya minta maaf. Itu adalah kesalahan,” tambahnya. (Baca juga: KECEPLOSAN! Jubir Gedung Putih Sebut Tujuan Serangan AS Untuk Kacaukan Suriah: Video)

Permintaan maaf Sekretaris Spicer cukup jelas tampaknya diarahkan untuk memenuhi tuntutan kritikus Yahudi daripada mengoreksi tuduhan tidak berdasar pada Presiden Assad, yang telah menghadapi perang proxy yang dipimpin AS sejak 2011.

Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Suriah yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, telah membuat keuntungan besar terhadap kelompok teroris yang disponsori Barat dan sekutu regionalnya, dengan merebut kembali beberapa daerah strategis dari cengkeraman teroris, terutama di utara provinsi strategis Aleppo.

Dua kapal perusak Angkatan Laut AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk dari Laut Mediterania ke pangkalan udara al-Shayrat di provinsi Homs, barat Suriah pada tanggal 7 April.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah memerintahkan pemogokan dalam menanggapi serangan kimia pada 4 April di pedesaan Idlib. Militer AS mengklaim pangkalan udara militer al-Shayrat digunakan untuk menyimpan senjata kimia. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Bandingkan Assad Dengan Hitler, Pers Gedung Putih Meminta Maaf – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: