Berita Terbaru

PLIN PLAN, Puji Trump Serang Suriah, Erdogan Kini Minta Penyelidikan

Jum’at, 14 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali menunjukkan manuvernya yang kontradiktif mengenai isu Suriah. Setelah sebelumnya ia memuji Trump atas serangan rudal Tomahawk ke Suriah padahal hal itu dilakukan tanpa melalui preses penyelidikan apapun terhadap serangan kimia, kini Erdogan berbalik untuk bersetuju dengan Putin mengenai perlunya penyelidikan yang tidak bias atas dugaan serangan kimia di Khan Shaikhoun, provinsi Idlib, Suriah.

Kremlin mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pembicaraan telepon, pada hari Kamis (13/04) menyerukan penyelidikan yang tidak bias dan rinci mengenai dugaan penggunaan senjata kimia di provinsi Idlib Suriah. Mereka juga membahas Komitmen gencatan senjata dan proses perdamaian di negara yang dilanda perang tersebut. (Baca juga:Erdogan Seharusnya Jadi Tersangka Utama Serangan Kimia di Idlib)

“Para pemimpin menyerukan penyelidikan internasional yang cepat dan obyektif terkait insiden senjata kimia di Khan Shaikhoun pada 4 April,” kata Kremlin dalam pernyataan yang dikutip Sputnik, Kamis (13/04).

Keduanya juga menegaskan kembali kesiapan mereka untuk melanjutkan upaya bersama memastikan penghentian permusuhan, serta untuk mempromosikan proses negosiasi antar-Suriah baik di Astana maupun dalam format Jenewa (Baca juga:Israel, Saudi, Turki dan Teroris Sambut Agresi AS ke Suriah)

Sikap Erdogan saat ini berbanding terbalik dengan sikapnya minggu lalu, yang menuduh pemerintah Assad melakukan serangan kimia dan mendukung serangan AS ke Suriah bahkan tanpa adanya penyelidikan terlebih dahulu.

Dalam pernyataan pada hari Kamis (06/04) waktu setempat, sebelum serangan AS dilancarkan, Erdogan menyatakan Turki akan menyambut baik aksi militer AS di Suriah dan siap membantu jika dibutuhkan.

Pasca serangan AS yang diluncurkan pada hari Jum’at pekan lalu, Erdogan bahkan mengatakan bahwa serangan itu saja belum cukup. (Baca juga:Obsesi Turki-FSA Kuasai Suriah Belum Berakhir)

“Saya ingin katakan bahwa saya menyambut baik langkah ini sebagai hal yang positif,” kata Erdogan, di kota Antakya, wilayah selatan Turki, Jum’at (07/04) lalu, “Namun, apakah ini cukup? Saya tak melihatnya cukup. Waktunya telah tiba untuk sebuah langkah nyata melindungi rakyat Suriah yang tertindas,” tambah Erdogan kala itu.

Oposisi Suriah mengklaim pada tanggal 4 April bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Bashar Assad telah menggunakan gas kimia pada orang-orang di provinsi barat laut negara itu. Namun tuduhan itu ditolak Assad yang menyatakan bahwa pemerintahnya tidak memiliki senjata kimia setelah setuju untuk menyerahkannya pada tahun 2013. (ARN)

About ArrahmahNews (11795 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: