Ratusan Orang Meninggal Keracunan Gas Kimia Pasca Serangan AS ke Deir Ezzor

Jum’at, 14 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM. DEIR EZZOR – Ratusan orang meninggal karena keracunan setelah serangan udara oleh koalisi pimpinan AS di markas dan gudang senjata organisasi teroris ISIS dekat Deir ez-Zor. Komando Angkatan Darat tentara Suriah menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan.

“Koalisi pimpinan AS menyerang posisi teroris pada pukul 17:30 waktu setempat pada hari Rabu. Serangan udara itu menewaskan sejumlah besar teroris, termasuk tentara bayaran,” kata pernyataan itu sebagaimana dikutip TASS. (Baca juga:Erdogan Seharusnya Jadi Tersangka Utama Serangan Kimia di Idlib)

“Namun, asap kuning kemudian menyebar setelah gudang ISIS tersebut terkena pemboman. Ini adalah bukti bahwa gudang tersebut menyimpan bahan kimia,” lanjut pernyataan itu, menambahkan, “Akibatnya, ratusan orang, termasuk warga sipil, tewas akibat keracunan.”

Komando tentara Suriah belum memberikan jumlah pasti korban meninggal atau menderita dalam pemboman koalisi AS tersebut.

“Kejadian ini menegaskan sekali lagi bahwa organisasi teroris memiliki stok senjata kimia dan memiliki kemungkinan untuk mendapatkan, menyimpan dan menggunakan senjata-senjata itu berkat bantuan dari negara-negara regional terkenal,” bunyi pernyataan itu lebih jauh. (Baca juga:Pasca Keceplosan, Jubir Gedung Putih Terancam Dipecat Karena Sangkal Holocaust)

Komando tentara Suriah juga mempertanyakan kejadian pada tanggal 4 April, menyalahkan geng teroris atas penggunaan gas beracun di kota Khan Sheikhoun di provinsi Idlib. Pernyataan itu menekankan bahwa “tentara Suriah tidak memiliki amunisi kimia dan semua tuduhan terhadap pemerintah Suriah telah dibuat-buat.”

Atas perintah Presiden AS Donald Trump, militer AS menembakkan rudal Tomahawk pada 7 April ke sebuah lapangan udara di provinsi Homs Suriah, yang menurut Washington adalah tempat lepas landas pesawat yang memberikan serangan di Khan Sheikhoun.

Kemudian, Rusia memblokir rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang mengecamp Damaskus dan mengatakan bahwa pemerintah Suriah harus menyerahkan semua data penerbangan pada 4 April ke Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dan menyediakan akses ke pangkalan udara yang dapat digunakan untuk membawa serangan terhadap Khan Sheikhoun. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: