Komandan AS: Peluncuran Bom MOAB Tak Perlu Persetujuan Donald Trump

Sabtu, 15 April 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, KABUL – Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan pada hari Jumat (14/04) bahwa ia tidak membutuhkan persetujuan Presiden Donald Trump untuk melakukan serangan hari Kamis terhadap kelompok teror Daesh-Khorasan.

Pada hari Kamis, 22.000 pon GBU-43, atau bom MOAB, dijuluki “Mother of All Bombs,” yang merupakan bom non-nuklir terbesar di gudang senjata militer AS, dijatuhkan dari sebuah pesawat angkut udara militer C-130, menargetkan kompleks dan terowongan bawah tanah teroris Daesh di provinsi Nangarhar Afghanistan timur. (Baca juga: Pertama Kali, AS Jatuhkan “Mother of All Bombs” di Afghanistan)

“Rantai komando memungkinkan saya untuk membuat penilaian di lapangan,” kata Nicholson dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip dari Washington Post.

Nicholson menambahkan bahwa senjata itu “mencapai tujuan yang telah ditetapkan.” (Baca juga: Mantan Presiden Afghanistan Kecam Negaranya Dijadikan Uji Coba Bom Moab)

Trump menolak mengatakan apakah ia secara pribadi mengizinkan penggunaan senjata tersebut pada hari Kamis, namun mencatat bahwa ia telah memberikan otoritas luas kepada jenderal AS untuk melakukan serangan pada Daesh sebagaimana yang mereka inginkan.

GBU-43 dalam ‘aksinya’ menggunakan sistem GPS. GBU-43 pertama kali diuji coba pada Maret dan November 2003. Waktu tersebut menjelang perang di Irak. Hanya, saat itu GBU-43 tak pernah digunakan. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: