News Ticker

Israel Peringatkan Aksi Mogok Makan Berpotensi Ciptakan Gelombang Besar Unjuk Rasa

Rabu, 19 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Aksi mogok makan skala besar dalam sistem penjara Israel memasuki hari kedua, pihak berwenang memperingatkan bahwa akan ada aksi unjuk rasa meluas dalam bangsa Timur Tengah ini dalam mendukung aksi protes damai tersebut, yang berpotensi menimbulkan berbagai kerusuhan.

Menurut Yerusalem online, setelah mengumumkan aksi mogok makan, dan dengan cepat mendapatkan dukungan dari ribuan narapidana dalam sistem penjara Israel, pencetus aksi ini, Marwan Barghouti, seorang aktivis Palestina dan tokoh populer Fatah, diam-diam ditempatkan di sel isolasi.

Dipindahkannya Barghouti menyusul publikasi artikel yang ia tulis yang diterbitkan oleh the New York Times, dimana ia menjelaskan motivasi anti-apartheid dalam aksi protes damai ini.

“Puluhan tahun pengalaman telah membuktikan bahwa sistem tidak manusiawi dari penjajahan kolonial dan militer Israel telah menyebabkan (yang terjadi) saat ini,” tulis Barghouti, menambahkan bahwa Yerusalem “telah melanggar hukum internasional dalam berbagai cara selama hampir 70 tahun, namun telah diberikan kekebalan hukum atas tindakannya .”

Tindakan mogok makan adalah kelanjutan dari seruan global, termasuk yang dibuat oleh PBB, agar Israel mengakhiri pendudukan apartheid-gaya dari wilayah Palestina dan penjajahan yang terus mereka lakukan di Palestina. Menurut kelompok hak asasi manusia Addameer, lebih dari 800.000 warga Palestina telah ditempatkan di penjara atau ditahan oleh Israel dalam lima tahun terakhir saja, angka itu adalah sekitar 40 persen dari penduduk laki-laki Palestina, termasuk mereka yang berada di bawah usia 18.

Sistem hukum resmi Israel dianggap oleh banyak pihak secara tidak langsung terpecah menjadi dua cabang yang berbeda, dmana dalam satu hal diperuntukkan bagi warga Israel dan lainnya sepenuhnya ditujukan untuk penuntutan dan hukuman bagi rakyat Palestina. Departemen Luar Negeri AS telah mencatat bahwa lebih dari 90 persen warga Palestina yang dituntut dalam sistem pengadilan militer di Israel dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.

Israel berusaha, “mengubur aspirasi yang sah dari seluruh bangsa (Palestina),” Israel pasti gagal dalam upaya di menindas budaya Palestina,” jelas Barghouti sebagaimana menurut New York Times, ia dan rekan-rekannya yang melakukan aksi ini telah mendapat dukungan dari setidaknya delapan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dan minimal 120 pemerintahan, serta ratusan pemimpin dunia dan banyak suara global yang terkemuka lainnya untuk menentukan nasib sendiri.

The New York Times mengatakan bahwa Barghouti dituntut di Israel dengan lima tuduhan pembunuhan, serta menjadi anggota dari organisasi teroris, tuduhan yang sama dengan yang diajukan terhadap Nelson Mandela pada tahun 1960 oleh rezim apartheid brutal yang menindas di Afrika Selatan.

Barghouti tidak membela diri selama persidangan terbaru, ia menolak untuk mengakui legitimasi pengadilan Israel.

Belenggu kami akan hancur didepan kami, karena adalah sifat manusia untuk peduli terhadap panggilan bagi kebebasan berapapun harganya,” tulisnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12543 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Warga Palestina Turut Serta Mogok Makan Massal di Seluruh Wilayah Pendudukan – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: