Berita Terbaru

Plin-plannya Menlu Inggris Sikapi Assad

Rabu, 19 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, LONDON – Perbedaan antara 2016 dan 2017 adalah bahwa Boris Johnson telah berubah menjadi seorang Menteri Luar Negeri dan ia yang semula berbicara menggunakan akal waras berubah menjadi budak neocon, saat menyebut Assad sebagai seorang monster dan ingin memenggalnya. Menurut wartawan dan penyiar, Neil Clark, dalam wawancara dengan Russia Today, Selasa (18/04), ini adalah apa yang terjadi kepada rata-rata orang ketika mereka masuk ke dalam koridor kekuasaan.

“Hal penting yang akan dilakukan adalah melakukan proses politik yang melindungi lembaga-lembaga negara Suriah sambil memenggal kepala monster”, ucap Johnson di depan House of Commons Inggris. (Baca juga:Menlu Inggris Sebut Assad Tak Harus Pergi)

Pekan lalu, Inggris gagal meyakinkan negara-negara anggota G7 lain untuk menjatuhkan sanksi baru atas Moskow karena memberi dukungan untuk Damaskus.

Setelah itu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menulis sebuah artikel untuk surat kabar The Telegraph di mana ia mengklaim Rusia berada “dalam liga penjahat super” bersama-sama dengan Presiden Suriah. Johnson juga menyalahkan Bashar Assad atas insiden kimia di Suriah. (Baca juga:Menlu Inggris Batalkan Kunjungan ke Rusia Pasca Serangan AS ke Suriah)

Saat ditanya oleh RT bagaimana sikap Johnson saat ini terhadap Suriah , Clark mengatakan bahwa Johnson kini menunjukkan sikap aslinya dimana sebagai pejabat Inggris ia telah berubah menjadi seorang budak neo kolonialisme.

“Hal ini sangat menarik, bukan? Karena satu tahun yang lalu, pada Paskah 2016, Boris Johnson menulis artikel untuk the Telegraph dengan judul ‘Bravo untuk Assad’, dan dia benar-benar memuji Assad atas pembebasan Palmyra dari ISIS. Kata-katanya saat itu adalah, “Hore, kataku. Bravo, dan terus maju.” Itulah Boris Johnson pada Paskah 2016, Boris Johnson Paskah 2017 sekarang berubah mengatakan bahwa Assad harus pergi dan Rusia harus memutuskan hubungan dengan pemerintah Suriah dan bekerja sama dengan Amerika untuk menggulingkan Assad. Dia sungguh piln-plan kan? dan apa bedanya antara sekarang dan waktu itu?” ungkap Clark. (Baca juga:Rusia: Alasan Pembatalan Kunjungan Menlu Inggris Tak Masuk Akal)

“Tentu saja, ia menjadi Menteri Luar Negeri pada bulan September, dan tampaknya segera setelah ia berjalan melewati pintu di Kementerian Luar Negeri, ia berubah. Ia berubah dari berbicara dengan akal sehat menjadi berbicara untuk neocon. Sejak saat itu ia benar-benar berubah terhadap Suriah,” tambah Clark lebih lanjut.

Neil Clark menyebut bahwa janji manis atau sikap seseorang sebelum memegang suatu jabatan biasanya akan berubah sesuai dengan kepentingan.

“Itu sangat luar biasa, bukan? Itu hanya menunjukkan apa yang terjadi kepada orang-orang ketika mereka masuk ke dalam “koridor kekuasaan.” Bagaimana Anda tahun lalu menjadi pemuja Assad dan mengatakan “Bravo untuk Assad,” dan sekarang berubah sekali lagi menyerukan perubahan rezim dan meminta Rusia untuk benar-benar menjauhkan diri dari Suriah? Boris Johnson adalah sebuah lelucon. (ARN)

About ArrahmahNews (10480 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: