Berita Terbaru

Kepala BNPT: Paham Radikal Wahabi Sudah Menyasar Lembaga Pendidikan

Jum’at, 21 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan para pelaku terorisme di Indonesia akhir-akhir ini berusia sekitar 23-27 tahun. Generasi muda yang masuk dalam kelompok tersebut adalah generasi yang masih produktif, tapi kenyataannya banyak di antara mereka yang justru menjadi pelaku terorisme.

Suhardi menyatakan target pelaku teror guna merekrut penganut ideologi radikalisme dan terorisme keagamaan kini cenderung bergerak semakin ‘muda’.

“Generasi muda yang menjadi pelaku teror, ternyata tidak dipengaruhi oleh status ekonomi, tingkat kecerdasan, atau status pekerjaan. Paham radikalisme ini justru mudah menyasar di kalangan lembaga pendidikan,” kata Suhardi dalam siaran pers yang diterima, Jumat (21/4).

Kemarin, BNPT dan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) menandatangani nota kesepahaman di kantor perwakilan BNPT, Jakarta. Suhardi mengatakan, para pelaku teror dulu identik dengan orang yang sudah berumur dan berpengalaman di daerah konflik.

Namun, lanjutnya, di era sekarang ini, basis pelaku teror bergeser ke usia yang lebih muda, karena begitu masifnya teknologi informasi yang mudah diakses oleh kalangan muda.

“Kalau dulu untuk melakukan bai’at harus tatap muka langsung, tetapi sekarang cukup online seperti kasus Ivan yang di Medan beberapa waktu lalu,” tutur mantan Kabareskrim Polri ini.

Dia mengatakan teknologi informasi juga menjadi salah satu alasan mengapa generasi muda kian rentan terkena radikalisme. Akses tanpa batas dunia internet dengan mudah dilakukan generasi muda meski mereka hanya mengandalkan satu perangkat teknologi saja.

“Untuk itu kami sangat mengapresiasi Umaha yang telah menginisiasi untuk membentuk kelompok peneliti dengan melibatkan beberapa universitas yang ada di wilayah Surabaya, Madura dan bahkan Cirebon, guna mengadakan penelitian terhadap para mahasiswa untuk mencari sumber permasalahan serta memberikan solusi pencegahan terhadap pemahaman radikalisme di kalangan mahasiswa,” kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan keterlibatan para akademisi diharapkan keterlibatan generasi muda di lingkungan pendidikan yang terlibat dalam tindak terorisme ataupun yang terpengaruh paham radikalisme semakin berkurang.

“Dan tentunya ini membutuhkan kerjasama serta komitmen kedua belah pihak yaitu Universitas Ma’arif Hasyim Latif bersama BNPT untuk dapatnya diwujudkan dalam bentuk kerjasama yang lebih konkret lagi,” katanya.

Rencananya program kerjasama ini akan menghasilkan kajian ilmiah yang mengikat agar bisa diterapkan dalam sebuah kurikulum dalam dunia pendidikan dan diterapkan dalam berbagai skala usia. [ARN/merdeka]

About ArrahmahNews (9587 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: