HTI Provokasi Militer untuk Gulingkan Jokowi dan Bubarkan NKRI

Sabtu, 22 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Hizbut Tahrir Indonesia melalui websitenya hizbut-tahrir.or.id membuat sebuah berita yang di dalamnya memprovokasi para penegak hukum dan penjaga keamanan NKRI untuk menegakkan khilafah. Pengambilalihan kekuasaan ini pada akhirnya bertujuan untuk menggulingkan Presiden Jokowi dan membubarkan NKRI. Tulisan provokatif ini berbunyi sebagai berikut.

HTI Press, Jakarta. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyeru militer mengambil alih kekuasaan untuk menegakkan khilafah. “Wahai tentara, wahai polisi, wahai jenderal-jenderal tentara Islam, ini sudah waktunya membela Islam, ambil kekuasaan itu, dan serahkan kepada Hizbut Tahrir untuk mendirikan khilafah!” tegas Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib di depan sekitar 3.000 massa aksi mengutuk agresi militer Israel ke Gaza, Ahad (20/7) di Bundaran HI, Jakarta.

Rokhmat mengungkapkan, dengan khilafah, Israel akan diusir dan semua penjajah negeri-negeri Muslim lainnya akan diusir. Perusahaan-perusahaan asing yang merampok sumber daya alam Indonesia seperti Freeport dan Newmont juga akan diusir. Dan khilafah akan benar-benar menjaga Islam dan darah kaum Muslimin. “Mumpung ada waktu, mari kita berjuang menegakkan khilafah!” serunya.

Menurutnya, sebenarnya mengalahkan Israel sangatlah mudah. “Bila tentara Islam bergerak, tidak perlu menghabiskan waktu satu hari!” pekiknya.

Karena tentara setiap hari latihan perang, setiap tahun membeli perlengkapan perang. Hanya saja saat ini semua tentara di Indonesia dan negeri-negeri Islam lainnya tidak bergerak untuk melawan agresi militer Israel. “Mengapa tidak bergerak? Karena penguasa, panglima tertinggi tentara tidak mengerahkannya untuk menyerang Israel!” ungkap Rokhmat.

Maka, lanjut Rokhmat, problematika negeri-negeri Islam sekarang adalah bercokolnya penguasa rezim antek penjajah, pengecut dan pengkhianat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI Hafidz Abdurrahman mengkritik Capres yang ingin membuka Kedutaan Besar di Palestina dan Capres yang ingin merangkul Amerika.

“Tak perlu kedutaan RI di sana, kalau kerjaannya hanya melihat-lihat saja, yang diperlukan adalah tentara. Merangkul Amerika juga bukanlah solusi karena yang membuat masalah adalah Amerika!” pungkasnya.

Sebelumnya, massa berkumpul di patung kuda silang monas lalu longmarch ke Bundaran HI. Di sepanjang jalan mereka membagikan selebaran yang berisikan ajakan berperang melawan Israel dan mendirikan khilafah Islam.

Propaganda HTI

Gerakan ini telah sukses mencuci otak beberapa anak muda yang kaget ayat jantungan hadist, dengan membuat berbagai propoganda menentang sistem demokrasi yang dihujat sebagai idiologi kafir, thogut. Dengan demikian,  HTI sesungguhnya gerakan makar yang hendak mengganti ideologi Pancasila.

Jika kita membaca berbagai propoganda dedongkot HTI, mereka mengatakan bahwa HTI masuk Indonesia sebagai bentuk rasa cinta terhadap tanah Air. Adalah sebuah semboyan yang sangat jauh dari kenyataan!

Negara kita adalah negara majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, keyakinan. Dengan hendak meruntuhkan Pancasila sebagai ideologi yang mengikat kita sebagai bangsa majemuk, justru akan menghancurkan NKRI.

Bagaimana mungkin ada cinta dengan cara menghancurkan? Ini sama seperti ucapan: aku menyiksamu, karena aku mencintamu. Adakah otak normal yang bisa menerima bentuk cinta dari pemikiran maut seperti itu?

Guna tetap eksis dan tidak dianggap sebagai organisasi terlarang sebagaimana Arab Saudi telah mangharamkan HTI di negara mereka, kaum HTI mengatakan mereka menuntut khilafah dengan cara damai. Persoalannya, tidak ada satu negera manapun di dunia ini yang akan menyerahkan kedaulatan ketangan anda secara damai gratis.

Menghadapi kenyataan tersebut, itulah mengapa saat ini, diberbagai media dan medsos, kaum HTI sengaja menciptakan pengkondisian diri Islam sedang terzalimi, teraniaya, ternista. Pemerintah adalah zalim, thogut, pro komunis. Ini adalah propoganda untuk membangkitkan rasa amarah setiap orang untuk melakukan gebrakan.

Ketahuilah, propoganda samacam inilah yang sukses membuat negara-negara muslim seperti Irak, Suriah, Yaman, Libya, Somalia, Nigeria, kini  terkoyak hebat dilanda konflik sektarian mengerikan. Ujung-ujungnya, mereka ingin menciptakan suasana yang tidak kondusif agar timbul pembenaran untuk melakukan pergerakan.

Cara ini yang membuat Suriah koyak hebat seperti sekarang, negara yang sebelumnya aman, kini beruba bak neraka. Haruskah kita membawa negeri ini kedalam konflik mengerikan seperti di Suriah? Atau membawa bangsa kembali seperti zaman pahit DI/TII? Sebuah pemikiran yang teramat dangkal bin tolol! NKRI Harga Mati! [ARN]

About ArrahmahNews (12172 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: