Berita Terbaru

Mantan Anggota CIA Bocorkan Siapa saja Aktor Dibalik Serangan Kimia Palsu Idlib

Sabtu, 22 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Seorang mantan anggota CIA Robert David Steele yang secara pribadi pernah bertugas mengelola operasi bendera palsu, membocorkan kepada Radio Sputnik bahwa serangan senjata kimia di Idlib Suriah adalah Operasi Bendera Palsu yang dilakukan AS, Arab Saudi dan Israel dengan menggunakan White Helmets sebagai alat propaganda.

“Serangan kimia yang diduga terjadi di kota Khan Shaikhoun Suriah tidak lain adalah serangan bendera palsu,” ucap Robert David Steele, kepada Radio Sputnik, Jum’at (21/04). (Baca juga:Lavrov: Serangan Kimia Idlib adalah Tipuan Kotor untuk Gulingkan Assad)

“Kami sekarang tahu dari seorang sumber yang melayani staf salah satu dari tiga pengkhianat Amerika yang akan saya sebutkan namanya: Senator John McCain, mantan Direktur CIA John Brennan, dan Penasihat Keamanan Nasional Letnan Jenderal Herbert McMaster , dimana mereka berkonspirasi dengan Israel dan Arab Saudi. White Helmets dibayar lebih dari 300.000 dolar.” Jelas Steele.

“Ini adalah serangan bendera palsu dan seorang profesor MIT [Theodore A. Postol] telah memberikan analisis hebat yang mengatakan bahwa itu adalah alat peledak improvisasi darat dan itu bukanlah gas sarin,” Kata Steele lebih lanjut. Ia merujuk pada Penelitian profesor MIT Teknologi dan Kebijakan Keamanan Nasional Theodore A. Postol yang menghentikan laporan intelijen AS yang menyalahkan pemerintahan Assad atas dugaan serangan tersebut.

“Ini adalah serangan bendera palsu yang dilakukan dan diorganisir oleh pengkhianat Amerika yang bekerja sama dengan Israel dan Arab Saudi,” kata mantan petugas CIA tersebut. (Baca juga:Putin Tak Terima Netanyahu Tuduh Assad Dibalik Serangan Idlib)

Steele juga membenarkan pernyataan Assad yang menyatakan bahwa dugaan serangan kimia Idlib adalah operasi bendra palsu untuk memberi alasan bagi AS menyerang Suriah.

“Hal itu sepenuhnya benar,” ungkap Steele mengomentari pernyataan Assad.

Mantan petugas CIA tersebut menunjukkan bahwa aktor-aktor geopolitik yang berbeda mengejar tujuan mereka masing-masing. Misalnya, Arab Saudi menginginkan Suriah sehingga mereka bisa menjalankan jalur pipa ke laut dan tidak bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman.

Di sisi lain, “Goldman Sachs menginginkan perang di Timur Tengah karena mereka telah membuat taruhan minyak yang sangat buruk sehingga mereka akan kehilangan banyak uang dan perang akan menaikkan harga minyak,” Steele menjelaskan.

Bagi mereka, neokonservatif AS menginginkan perang di Timur Tengah “karena itulah yang Israel inginkan dari mereka.”

“Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah kompleks industri militer AS,” katanya. “Mereka ingin perang terus berlangsung agar bisa menggunakan militer AS sehingga kita harus membelinya lagi.” (ARN)

About ArrahmahNews (11819 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: