Berita Terbaru

Kronologi Pembantaian Anak-anak Pengungsi Suriah di Rasyidin Aleppo

Minggu, 23 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, ALEPPO – Pada tanggal 15 April, di wilayah barat Rashidin, Aleppo, sebuah serangan teroris terjadi di mana sebuah truk diledakkan di dekat sebuah konvoi bus yang membawa warga sipil. Lebih dari 118 orang tewas dan 224 lainnya luka-luka pada hari Sabtu itu setelah seorang pembom meledakkan sebuah mobil yang berisi bahan peledak di lokasi tersebut. Reporter dari kantor berita Sputnik kemudian berbicara dengan orang-orang yang selamat dari serangan brutal itu.

Menurut saksi mata, teroris yang meledakkan truk melarikan diri dari TKP setelah truknya meledak. Pada saat ledakan terjadi, mereka tengah membagikan air dan keripik/makanan ringan, sehingga banyak anak-anak kelaparan yang berlarian untuk berebut makanan tepat di tempat mobil bom berada. (Baca juga:Video Detik-detik Sebelum Bom Meledak di Rasyidin Aleppo)


Adnan, seorang anak laki-laki, mengatakan bahwa dia mendengar para militan itu memanggil anak-anak untuk segera keluar, karena mereka akan memberi anak-anak banyak keripik kentang dan biskuit.

Adnan tidak segera berlari bersama anak-anak lain, tapi ia memilih menunggu sebentar. Namun, tak lama kemudian ada ledakan dan sebagian besar temannya meninggal di tempat. Dia beruntung karena hanya menerima luka goresan di wajah akibat pecahan kaca. (Baca juga:OHCHR; Serangan Bom Pada Konvoi Bus Pengungsi adalah Kejahatan Perang)


“Aku ingin mengambil keripik kentang jadi aku mulai berjalan menuju truk. Lalu ledakan terjadi dan ada puing-puing terbang dimana-mana. Salah satunya melukaiku, “kata Adnan kepada Sputnik.

Adnan

Fatima, ibu tiga anak, juga berada di daerah tersebut saat ledakan bom terjadi.

Dia adalah satu-satunya orang tua dari anak-anaknya yang masih hidup, karena suaminya dibunuh tahun lalu di Kefraya. Sejak saat itu, semua usahanya ditujukan untuk melindungi anak-anaknya karena situasi di desanya sangat berbahaya. (Baca juga:BIADAB! Khianati Kesepakatan, Teroris Bom Bus Pengungsi dan Halangi Korban Dievakuasi)


Begitu ada kesempatan untuk berangkat ke Aleppo, Fatima memutuskan untuk membawa anak-anaknya dan pergi. Tapi ledakan di Rashidin mencederai anak perempuannya.

“Para Militan tersebut memanggil anak-anak untuk datang dan menikmati camilan dan sepertinya mereka memiliki niat baik. Jadi aku membiarkan anak-anakku pergi bersama dengan semua orang. Siapa yang tahu bahwa mereka akan menjadi korban kejahatan dan kekejaman terhadap penduduk permukiman kami, “kata Fatima. (Baca juga:Suriah Desak DK PBB Ambil Tindakan atas Pemboman Bus Pengungsi)

Menurutnya, sebelum ledakan terjadi, situasinya baik-baik saja dan ia berpikir militan memiliki hubungan baik dengan warga sipil.

“Kami berada di dalam bus dan semuanya baik-baik saja. Beberapa orang bersenjata memang mengganggu kami dalam perjalanan dan menyuruh kami menutup diri. Mereka memanggil kami musuh Tuhan, “kata Fatima kepada Sputnik.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa “para militan itu menipu anak-anak dengan menggunakan makanan ringan.”

“Anak-anak belum pernah makan keripik kentang selama dua tahun. Putriku memintaku untuk membiarkannya pergi dan aku mengizinkannya. Kalau saja aku tahu aku tidak akan pernah membiarkan dia pergi, “kata Fatima.

Saat ledakan itu terjadi, putri Fatimah menghilang dari pandangan. Setelah beberapa waktu Fatima melihat anaknya terbaring di antara anak-anak lainnya, dia terkejut, tapi saat itu para militant teror menembaki semua orang di sekitarnya dan Fatima harus tiarap untuk berlindung.

“Jika seseorang tidak mengatakan kepadaku bahwa anak perempuanku masih hidup, aku pasti telah kehilangan akal sehatku di sana,” kata Fatima. Saat ini anaknya sudah mulai sembuh di rumah sakit.

Pada hari Rabu, pemerintah Suriah melanjutkan evakuasi warga dari empat kota yang terkepung yang telah terganggu setelah sebuah serangan peristiwa pembantaian itu, karena penduduk Foua dan Kefraya semakin terjepit kondisinya setelah dua tahun dikepung teroris.

Ribuan orang telah meninggalkan kota Foua dan Kefraya yang dikepung pemberontak di Provinsi Idlib di bawah sebuah kesepakatan evakuasi timbal balik antara pemerintah dan militan. Laporan media lokal menunjukkan bahwa 45 bus yang membawa sekitar 3.000 warga sipil meninggalkan dua kota di Aleppo itu.

About ArrahmahNews (9620 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Kronologi Pembantaian Anak-anak Pengungsi Suriah di Rasyidin Aleppo

  1. teroris biadaaaabbbbb !!!! itu bukan islam .. itu iblis setan dajjal

    Suka

  2. teroris biadaaaabbbbb !!!! itu bukan islam .. itu iblis setan dajjal , apa reaksi amerika , eropa , arab arab ???? diam tai

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: