Erdogan: Turki Hanya Perlu Waktu Semalam Untuk Menyusup ke Irak dan Suriah

Minggu, 30 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara tidak akan mentolerir kehadiran Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah Sinjar Irak dan Suriah utara, mengisyaratkan sebuah operasi untuk mengusir mereka dari daerah-daerah di wilayah selatan Turki.

“Turki tahu apa yang harus dilakukan dan kapan harus melakukannya, kita mungkin datang ke sana semalam tiba-tiba,” kata Erdogan pada hari Sabtu.

Ucapan tersebut muncul setelah lebih dari selusin anggota PKK terbunuh saat pesawat militer Turki melakukan dua serangan udara terpisah terhadap posisi Kurdi di wilayah Kurdistan semi-otonom Irak.

Staf Umum Turki mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa enam milisi PKK terbunuh di sekitar wilayah Sinat-Haftan, sementara delapan lainnya di pedesaan sekitar Adiyaman.

Pernyataan tersebut muncul saat pemerintah Baghdad menuntut penghentian serangan udara Ankara terhadap militan Kurdi di Irak utara, dan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan sebuah pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Turki telah meningkatkan serangannya terhadap posisi PKK di Irak utara dan afiliasinya di Suriah, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), dalam beberapa pekan terakhir.

Awal pekan ini, jet tempur Turki membom pasukan Kurdi di Suriah dan Irak, hingga menuai teguran dari Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon.

Militer Turki mengatakan serangan 25 April yang berpusat di Gunung Sinjar di Irak dan Gunung Karakoc di Suriah.

Serangan udara di Suriah dilaporkan terjadi di daerah tersebut, di mana markas besar pasukan YPG yang didukung AS berada, membunuh dan melukai sejumlah pejuang.

Pasukan militer Turki telah melakukan operasi darat dan serangan udara terhadap posisi PKK di wilayah perbatasan tenggara Turki yang bermasalah dan wilayah Kurdistan semi-otonom Irak selama hampir dua tahun.

Kampanye tersebut dimulai setelah pemboman Juli 2015 di kota Suruc, Turki selatan, yang menewaskan lebih dari 30 orang sipil. Pejabat Turki menuduh kelompok teroris Takfiri Daesh yang bertanggung jawab atas tindakan teror tersebut.

Gerilyawan PKK, yang menuduh pemerintah Ankara mendukung Daesh, meluncurkan serangkaian serangan balasan terhadap pasukan keamanan Turki setelah serangan bom tersebut, yang pada gilirannya mendorong operasi militer Turki. [ARN]

About ArrahmahNews (12171 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Erdogan: Untuk Menyusup ke Irak dan Suriah, Turki Hanya Perlu Waktu Semalam – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: