Berita Terbaru

Jangan Mau Dibohongi Pake Khilafah

Selasa, 2 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA –  Kebohongan dan perilaku para pembohong adalah dua hal yang berbeda kendati tak terpisahkan antara satu dengan yang lain. Pembohong pastinya akan selalu terkait dengan kebohongan dan kebohongan tidak akan muncul begitu saja tanpa ada subyek yang menjadi pelaksananya.

Namun demikian, para pembohong memiliki gradasi karena konteks mereka berbohong juga berbeda-beda. Mulai dari berbohong karena ketidak sengajaan atau keterpaksaan, sampai pada berbohong paling mengerikan dan menjijikkan, yakni berbohong sambil meyakini dan menyembah kebohongan-kebohongan sebagai kebenaran.

Dewasa ini bangsa kita sedang menghadapi pembohong-pembohong semacam itu. HTI dan Wahabi misalnya menawarkan, menjajakan, dan menyebarkan ideologi Khilafahisme untuk menggantikan ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila.

Ideologi Khilafahisme didasari oleh gagasan yang sama dengan ideologi-ideologi totaliter: menolak prinsip-prinsip dasar hak-hak asasi manusia dan demokrasi sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara modern. Seperti ideologi-ideologi totaliter lain yang pernah ada, Khilafahisme bersifat monolitik, eksklusif, dan karenanya menafikan dimensi kemandirian warganegara vis-a-vis negara.

Negara adalah dianggap sebagai representasi Keilahian dan karenanya pemimpinnya dianggap tidak bisa diganggu gugat. Itulah sebabnya upaya mendirikan Negara Khilafah, seperti yang dipraktikkan ISIS, menghasilkan sebuah rezim politik yang brutal, teroristik yang anti terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal serta peradaban.

Khilafahisme, sebagaimana digembar-gemborkan oleh para pendukungnya saat ini, tidak sama dengan Khulafaur Rasyidun pasca-wafatnya Rasulullah saw. Khilafahisme hanya mendompleng nama untuk membungkus ideologi yang sangat berlawanan dengan nilai-nilai profetis (kenabian) beliau.

Kebohongan ideologi Khilafahisme, dengan demikian, sangat berbahaya karena ia dibungkus dengan berbagai wacana dan praksis yang seakan-akan suci karena memakai tafsir ajaran Islam. Melalui strategi dan taktik itu, mereka yang mempropagandakan Khilafahisme berlagak menjadi pembawa “mandat dari langit” dan siapapun yang menolak mereka akan dicap “kafir”, “taghut” atau minimum sesat dan sebagai musuh. Kebohongan ideologis semacam ini adalah yang bukan saja membahayakan, tetapi juga paling menjijikkan. Berhati-hatilah!

Seperti kata novelis termasyhur, filsuf, dan wartawan asal Rusia, 1821-1881, Fyodor Dostoyevsky “Yang paling menjijikkan bukanlah kebohongan-kebohongan buatan mereka, toh selalu ada orang yang akan memaafkan berbagai kebohongan. (Bahkan) kebohongan juga bisa menarik, karena ia menuntun kita kepada pencarian kebenaran. Yang paling menjijikkan adalah ketika mereka berbohong dan menyembah kebohongan-kebohongan itu.” [ARN]

About ArrahmahNews (11771 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: