Berita Terbaru

Mohammed Bin Salman dan Khayalan Kemenangan Saudi dalam Perang Yaman

Rabu, 03 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Wakil Putra Mahkota Arab Saudi sekaligus Menteri Pertahanan Kerajaan itu, Mohammed Bin Salman, dalam wawancaranya dengan penyiaran MBC, Selasa (02/05) menyebut bahwa Riyadh dapat menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah yang memerangi pasukan Saudi di Yaman melalui serangan darat. Walau ia tak dapat memungkiri bahwa tindakan semacam itu akan membunuh sejumlah besar tentara dan warga sipil Saudi.

“Waktu ada di pihak kami. Kesabaran ada di pihak kami,” katanya.

Menanggapi pernyataan Bin Salman itu, Daniel Larison dalam tulisannya di The American Conservatif menyatakan bahwa Menteri pertahanan Arab Saudi itu sebenarnya menyadari kegagalan kerajaannya di Yaman namun tidak akan mau mengakui kekalahan terhadap negara miskin tetangga selatannya itu. (Baca juga:The Independent: Muhammad bin Salman, Manusia Paling Berbahaya di Dunia)

Saat diminta untuk menanggapi laporan bahwa setelah dua tahun perang dan intervensi militer Saudi, ternyata Houthi, yang bersekutu dengan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, masih mengendalikan sebagian besar wilayah Yaman dan sejumlah besar senjata, Pangeran Mohammed mengatakan,
“Kami bisa mencabut habis Houthi dan Saleh dalam hitungan hari.”

Tidak jelas bagaimana Bin Salman bisa menyebut dalam hitungan hari sementara agresi yang dipaksakan Saudi atas Yaman itu sendiri sudah melewati waktu dua tahun, dan tidak ada tanda-tanda kemenangan bagi pihak Saudi. (Baca juga:Analis: Saudi Berusaha Hindari Rasa Malu atas Kegagalan Perang di Yaman)

Larison menyebut agresi yang dipimpin oleh Saudi di Yaman justru telah menghancurkan infrastruktur negara tersebut, berbuah penghancuran ekonomi Yaman, dan membawa jutaan warganya ke dalam kelaparan, namun gagal mencapai tujuan koalisi yang telah ditetapkan selama lebih dari dua tahun.

Kengototan Saudi untuk tetap mempertahankan perang yang hingga kini tidak menghasilkan apapun selain kerugian bagi kerajaan itu menurut Larison hanyalah karena reputasi baik raja dan anaknya terikat pada hasilnya, dan mereka tentu saja tidak bisa atau tidak mau mengakui bahwa mereka telah dengan ceroboh terjun ke dalam perang yang sebenarnya tidak dapat mereka menangkan tanpa alasan yang bagus. Seperti bajingan hawkish lainnya, sang pangeran tidak memiliki petunjuk bagaimana cara memenangkan perang yang sudah dia mulai, tapi juga tidak bisa mengakui kekalahan, dan perang tak masuk akal ini terpaksa terus berlanjut. (Baca juga:Komandan AL AS; Arab Saudi Tak Mampu Kalahkan Houthi Ansarullah)


Hadi, penguasa boneka yang mereka coba pasang kembali di negara tersebut, sangat dibenci di sebagian besar Yaman, dan sekarang dia juga menghadapi demonstrasi besar di selatan setelah dia mencabut gubernur Aden beberapa waktu lalu.

Koalisi Saudi yang dikatakan bin Salman itu sebenarnya sama sekali tidak yakin untuk “mencabut” musuh mereka di Yaman sekarang seyakin yang mereka kira di tahun 2015 lalu, karena mereka sudah menghabiskan lebih dari dua tahun hanya untuk membuktikan bahwa mereka tidak dapat melakukan hal ini.

Kepemimpinan Saudi tampaknya sudah berkhayal makin jauh dari kenyataan daripada sebelumnya jika mereka berpikir bahwa mereka dapat memenangkan perang secara langsung, dan AS hanya memperpanjang perang dan penderitaan rakyat Yaman dengan terus mendorong mereka (Saudi) ke dalam delusi mereka. (ARN)

About ArrahmahNews (9620 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: