Berita Terbaru

Kemlu Suriah Sambut Inisiatif Zona de-eskalasi di Suriah

Kamis, 4 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Damaskus mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya usulan Rusia untuk pembentukan zona de-eskalasi di Suriah, dalam sebuah prakarsa yang dimaksudkan untuk meningkatkan gencatan senjata di negara itu, dan memfasilitasi kemajuan perundingan damai antara pihak-pihak yang berperang.

Rabu malam, kantor berita resmi Suriah SANA mengutip sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa Damaskus mendukung rencana Rusia dan tetap berkomitmen penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata di seluruh negeri yang ditandatangani oleh militan pada bulan Desember lalu.

Dukungan tersebut, kata sumber tersebut, sejalan dengan komitmen pemerintah Suriah untuk melindungi kehidupan rakyat sipil, membantu mereka kembali ke kehidupan normal dan meningkatkan taraf hidup warga negara yang telah menderita krisis lebih dari lima tahun itu.

Laporan tersebut juga menekankan tekad tentara Suriah untuk melanjutkan pertempuran melawan ISIS dan Jabhat Fateh al-Sham serta kelompok teror Takfiri lainnya yang berafiliasi di seluruh negeri.

Rencana Rusia diajukan pada hari Rabu, hari pertama perundingan perdamaian putaran keempat antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi di Astana, Kazakhstan.

Berdasarkan usulan tersebut, empat titik panas akan dipilih di mana pertempuran paling ketat sedang berlangsung antara pemerintah Suriah dan kelompok militan yang berbeda.

AFP mengutip sebuah versi dari inisiatif yang diberikan oleh seorang sumber yang dekat dengan oposisi yang mengatakan bahwa zona de-eskalasi akan dibuat di provinsi-provinsi Suriah, Idlib, Homs dan wilayah Ghouta Timur dekat Damaskus.

Namun, laporan mengatakan rincian sedang dikerjakan, dan dokumen tersebut akan siap untuk ditandatangani pada hari Kamis nanti.

Proses perundingan Astana, yang dimulai pada bulan Januari, sedang dimediasi oleh Iran, Rusia dan Turki, tiga penjamin gencatan senjata di Suriah. Teheran dan Moskow adalah sekutu pemerintah Suriah, sementara Ankara mendukung kelompok militan yang berbeda.

Meringkas hari pertama perundingan, utusan presiden khusus Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, mengatakan bahwa prakarsa Moskow akan membantu memisahkan teroris ISIS dan Jabhat Fateh al-Sham dari militan lain di zona konflik.

“Seperti yang Anda tahu, Federasi Rusia melakukan upaya intensif untuk mempromosikan pemukiman damai Suriah dan sedang mengembangkan berbagai skema untuk memperkuat kesepakatan gencatan senjata dan membuat kesepakatan ini lebih efektif,” tambah Lavrentiev, yang memimpin delegasi Moskow di Astana.

Putaran baru negosiasi Astana juga menandai pertama kalinya AS diwakili oleh seorang diplomat senior. Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Timur Dekat Stuart Jones, menghadiri perundingan.

Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyuarakan dukungan untuk zona de-eskalasi.

Namun, beberapa jam setelah dimulainya babak keempat, yang disebut Koalisi Nasional Suriah (SNC), sebuah delegasi oposisi, menunda partisipasinya dalam perundingan tersebut, meminta pemerintah untuk mengakhiri serangan udara.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, meminta militan untuk kembali ke meja perundingan “karena terpenting adalah melihat kemungkinan sebuah hasil pada de-eskalasi.”

Dia menekankan pentingnya untuk tidak menghancurkan “peluang kabar baik” terkait masalah ini.

Lavrentiev juga menepiskan ultimatum militan tersebut sebagai upaya untuk menekan Moskow, Teheran dan Ankara. “Oposisi Suriah harus berpartisipasi dalam perundingan,” katanya. “Kami harap akal sehat mereka bekerja.”

Namun, kantor berita RIA mengutip sebuah sumber yang dekat dengan perundingan, mengatakan bahwa pihak oposisi bersenjata akan kembali ke perundingan pada hari Kamis. [ARN]

About ArrahmahNews (11733 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: