Berita Terbaru

Luhut Panjaitan Skak Mat Freeport dan Amerika di Washington

Sabtu, 06 Mei 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Berikut cerita Luhut Binsar Panjaitan di akun facebooknya saat di Washington yang skak mat Freeport dan Amerika, “Mr. Secretary, presiden Anda selalu menyerukan ‘American first’, masa Rakyat Indonesia tidak boleh bilang ‘Indonesian first’?” sambil tersenyum saya mengatakannya langsung kepada Secretary of Commerce Amerika Serikat Mr. Wilbur Louis Ross Jr. “Ok, I understand,” tanggapan menteri perdagangan tersebut menutup pembicaraan kami tentang Freeport di Washington minggu lalu. (Baca juga: 7 Kepala Suku Papua Datangi Luhut dan Jonan Dukung Soal Freeport)

Pembicaraan ini dimulai ketika menteri yang berusia 80 tahun tersebut terkesan mengkritik ketegasan pemerintah Indonesia mengenai ijin usaha pertambangan Freeport. Beliau mengatakan bahwa sebagai dampaknya, pengusaha Amerika tidak mau lagi datang berinvestasi ke Indonesia.

Saya tetap menghormati menteri terkaya di pemerintahan Trump ini. Menurut Forbes kekayaannya mencapai 2,5 milyar dollar AS. Memang kaya sekali, saya lihat dari jas dan dasinya yang paten. Tapi Beliau sangat dihormati karena kekayaan tersebut diperoleh dari kerja kerasnya yang dimulai dari bawah.

Akhirnya saya menjelaskan dengan sebuah analogi sederhana, bahwa Freeport adalah seperti penyewa rumah di bumi Indonesia. Setelah 50 tahun kalian selesai menyewa rumah kami, lalu kami bilang rumah itu mau kami pakai lagi untuk anak cucu, masa kalian ngotot untuk tetap tinggal di rumah tersebut? Apakah kami sebagai pemilik rumah tidak punya hak untuk bilang bahwa kami mau pakai sendiri rumah kami? (Baca juga: Denny Siregar: Jokowi Rapatkan Barisan Hajar Freeport)

Selanjutnya, saya sampaikan bahwa jika mereka mau terus menyewa, ya sudah sebagai teman lama kami akan mempersilakan. Tapi eloknya, kami yang mengatur. Aturan kami sederhana kok.

Pertama, kalian harus memberikan 51% mayoritas saham kepada Rakyat Indonesia. Masa kami tidak boleh mendapatkan 51% saham setelah 50 tahun?

Kedua, kami tidak mau lagi Freeport mengekspor bahan mentah. Kami mau nilai tambah. Masak tidak boleh kami minta supaya Freeport membangun smelter, yang selama ini memang tidak pernah dilaksanakan? (Baca juga: Denny Siregar: Jokowi, Jonan dan Archandra Kompak “Gebuk” Freeport)

Cerita di atas menggambarkan bagaimana diplomasi seharusnya dilaksanakan yakni dengan santun, jelas, tapi tegas dalam mengatakan, “ini kedaulatan negaraku, jangan main-main.”

Pertemuan di atas hanyalah salah satu dari serangkaian kegiatan saya di Amerika Serikat. Selain bertemu dengan menteri perdagangan, saya juga bertemu dengan World Bank President Jim Yong Kim, UNGA President Peter Thomson, IMF Secretary, S&P President John Berisford, Senator John Mc Cain, NCS’s Matt Pottinger, US Business, dan CSIS. (Baca juga: Denny Siregar: Perang Dahsyat Freeport VS Jokowi)

Selama kunjungan di Amerika saya juga mendengar sendiri betapa Indonesia sekarang sangat diapresiasi. Misalnya IMF Managing Direktur Christine Lagarde yang memuji pencapaian Indonesia dalam ekonomi. Di dalam G-20, basis data keekonomian kita jauh lebih baik dibandingkan India dan China.

Mendengar ini tentu kita harus bangga. Tetapi jangan pernah membuat diri kita tidak dihargai orang lain. Boleh saja kita berteman dengan banyak orang, tapi jangan pernah ragu menegakkan prinsip yang benar. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Luhut Panjaitan

About ArrahmahNews (9587 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: