Pasien Kolera Membludak, Rumah Sakit di Ibukota Yaman Kewalahan

Minggu, 07 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Saat ibu kota Yaman, Sana’a, sedang berjuang dengan wabah kolera yang belum pernah terjadi sebelumnya, Rumah Sakit Bersalin al-Sabeen dan Anak-anaknya berada di ambang batas, dijejali pasien pandemi tersebut.

Membludaknya pasien kolera di al-Sabeen telah mendorong fasilitas ini melewati kapasitas penuh dan memasuki krisis perawatan kesehatan. Pada hari Sabtu, pasien, termasuk banyak anak-anak, terpaksa diletakkan di aula dan ditempatkan di bangsal terbuka sementara.

“Jumlah total kasus telah mencapai 1.350 kasus di semua provinsi di Yaman, dengan dua pertiga kasus di ibukota Sana’a. Inilah sebabnya mengapa Anda bisa melihat begitu membludaknya pasien di rumah sakit. Selain itu, empat pusat kesehatan baru telah dibuka di Ibukota, “kata Abdel Rahim al-Kahlani, juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman.

Menurut kementerian kesehatan, lebih dari dua tahun perang skala penuh Arab Saudi di negara miskin tersebut telah menempatkan lebih dari setengah dari semua fasilitas kesehatan di Yaman dalam keadaan tutup total atau sebagian. Selain itu, ada kekurangan dokter medis di lebih dari 40 persen dari semua distrik.

“Diantara berbagai kesulitan yang kami hadapi termasuk kekurangan staf dan obat-obatan. Sebagian besar obat-obatan terdaftar di luar rumah sakit, mereka tidak dapat ditemukan di rumah sakit,” kata Salah Zaheeq, seorang perawat di rumah sakit al-Sabeen.

Serangan udara Saudi tanpa henti melawan Yaman juga menimbulkan berbagai bahaya kesehatan pada masyarakat.

Pada awal Oktober tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan berita suram tentang wabah kolera di negara yang dilanda perang dan tiga minggu kemudian dilaporkan bahwa jumlah kasus kolera di Yaman, termasuk ibu kota, telah melonjak hingga ratusan orang.

Kolera ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi dan bisa berakibat fatal hingga 15 persen kasus tidak bisa diobati.
Sejak Maret 2015, Yaman telah banyak dibombardir oleh pesawat tempur Saudi sebagai bagian dari kampanye brutal terhadap negara miskin tersebut dalam upaya untuk menginstal ulang Abd Rabbuh Mansur Hadi, presiden Yaman yang telah mengundurkan diri dan merupakan sekutu setia Riyadh.

Angka terbaru menunjukkan bahwa perang yang dipaksakan sejauh ini telah membunuh lebih dari 12.000 orang Yaman dan melukai ribuan lainnya. Agresi Saudi juga telah memakan korban di fasilitas dan infrastruktur negara tersebut, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik. (ARN)

About ArrahmahNews (12209 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: