Berita Terbaru

Denny Siregar: HTI Dibubarkan, Jokowi Tabuh Perang Terbuka Hadapi Kelompok Radikal

Selasa, 09 Mei 2017 – 06.42 Wib,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Pembubaran ormas HTI  (Hizbut Tahrir Indonesia) yang ingin mendirikan negara khilafah oleh pemerintah membuat para tokoh media sosial memberikan apresiasi kepada pemerintahan Jokowi, Denny Siregar membuat sebuah tulisan tentang perang Terbuka Jokowi, pakde tabuh genderang perang melawan kelompok radikal yang ingin hancurkan NKRI, berikut tulisannya:

Pembubaran HTI sebagai organisasi jelas mengagetkan banyak orang, terutama di lingkungan HTI sendiri. Banyak yang tidak menyangka bahwa Jokowi seberani itu.

Memelihara HTI -buat banyak pejabat dan kepala daerah- sama dengan memelihara suara. Puluhan ribu suara pendukung HTI jelas tidak akan berpihak pada Jokowi. Itu masih ditambah dengan puluhan ribu lainnya yang bersimpati pada HTI seperti ormas-ormas Islam yang mempunyai gerakan perjuangan yang sama dengan HTI. (Baca juga: Denny Siregar dan Inilah Benih-benih Jahat yang ingin Hancurkan NKRI)

Pembubaran HTI ini membuat pertarungan menjadi lebih keras. Suara HTI ini jelas akan dimanfaatkan oleh lawan Jokowi, mulai dari politisi sampai pengusaha hitam. Dan gerakan yang sudah terbentuk melalui masjid, pengajian sampai dunia pendidikan bahwa “pemerintahan Jokowi diisi oleh PKI” akan semakin dikuatkan. Dan PKI adalah musuh Islam..

Situasi ini jelas membuat posisi Jokowi lebih berbahaya. Jika biasanya dalam permainan catur Jokowi bermain sebagai “kuda” -yang muter dulu sebelum mematikan- sekarang Jokowi menjadi “benteng” yang hantam langsung. Jokowi sudah memainkan perang terbuka dengan kelompok garis keras.

Saya tidak tahu apakah sebelum membuat keputusan membubarkan HTI, Jokowi sudah menyiapkan rencana mengatasi dampaknya. Kalau belum, jelas sangat berbahaya.

Sebaiknya, pembubaran HTI ini jangan dengan model Hit and Run.. Habis bubarkan, terus berdiam diri menunggu dampaknya. Pemerintah sudah seharusnya mulai merapatkan barisan untuk menangkal dampak isu “Islam vs PKI” yang akan menguat. Dan strategi yang paling bagus bagi Pakde adalah merapatkan barisan dengan GP Ansor dan Banser yang jelas-jelas secara frontal menghadang HTI di daerah-daerah. (Baca juga: Denny Siregar Bongkar Siasat Culas Kelompok Pemakar NKRI)

Dalam tulisan saya “Kaum sarungan vs kaum gamis”, saya sudah membedah antivirus yang paling efektif melawan ideologi garis keras itu. Dengan pembedaan gerakan Islam fundamentalis vs Islam tradisional, maka sudah saatnya pemerintah mengembalikan kembali posisi NU -Islam tradisional- sebagai garda terdepan penjaga NKRI.

Fasilitasi NU -dalam hal ini GP Ansor dan Banser- untuk menguasai masjid-masjid di lingkungan otoritas pemerintahan seperti BUMN, juga di kepolisian dan TNI. Selain itu, kepala sekolah dan guru agama di sekolah negeri yang radikal mulai diperkecil perannya, ganti dengan yang mempunyai kebangsaan.

Pemerintah harus mulai perduli bahwa sarang radikalisme ada di dalam pemerintahan sendiri. Sudah saatnya bersih-bersih sebelum menggigit pemerintah sendiri. Mereka radikal, harus dihadapi dengan radikal juga. Pemerintah harus menjadi fasilitator dan inisiator dalam gerakan People Power menghadapi kelompok radikal. Bangkitkan silent majority supaya tidak hanya diam, tapi mulai bersuara keras. Dengan kerjasama ini, pemerintah akan terlindungi dari serangan tudingan HAM, otoriter, zalim yang biasanya menjadi kata pamungkas mereka. (Baca juga: Ikut Nabi atau Ikut Khilafah HTI ala ISIS dan Al-Qaeda?)

Apapun tindakan pemerintah, saya harus angkat secangkir kopi untuk Jokowi dan Wiranto atas keberaniannya membubarkan HTI. Ini satu langkah bagus dan sangat berani yang akan merubah peta pertarungan ke depan. Posisi saya sebagai pendukung pemerintah Jokowi semakin kuat bahwa saya memilih pemimpin yang benar, yang tidak berpihak kepada radikal.

Angkat secangkir kopi dan kita kobarkan perang terbuka juga kepada mereka yang radikal. Rapatkan barisan untuk mereka yang cinta NKRI! (ARN)

About ArrahmahNews (11819 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Denny Siregar: HTI Dibubarkan, Jokowi Tabuh Perang Terbuka Hadapi Kelompok Radikal

  1. Sudah tepat langkah yg diambil jokowi ini. HTI sangat berbahaya bagi NKRI. Secara politik, JOKOWI tdk didukung juga oleh kaum radikal krn dianggap Kafir, maka sudah jalan terbaik ya dibubarkan saja. HTI gak ada untungnya bagi NKRI dan bagi JOKOWI.

    Suka

  2. Presiden mmg harus tegas diawal thd ekstremis baik kanan maupun kiri, bila tidak sejarah pemberontakan akan berulang seperti DI/TII dan PKI. Tebusannya sangatlah mahal bagi peradaban bangsa Indonesia.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: