Berita Terbaru

Makin Kisruh, Mantan Gubernur Hadi di Aden Berbalik Melawannya

Jum’at, 12 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, ADEN – Gubernur Abd Rabbuh Mansur Hadi untuk kota pelabuhan Aden di Yaman, yang baru saja dipecat oleh mantan presiden dukungan Saudi itu, telah meluncurkan sebuah badan otonom untuk mengelola negara yang dilanda perang tersebut.

Mayjen Aidarous al-Zubaidi, yang ditendang Hadi namun dekat dengan Uni Emirat Arab (UEA), membentuk “dewan politik transisi baru di selatan” pada hari Kamis (11/05).

Dewan baru itu terdiri dari 26 anggota, termasuk gubernur lima provinsi selatan dan dua menteri Hadi.

Gubernur yang dipecat itu mengatakan bahwa dewan baru tersebut akan “mengelola provinsi-provinsi di selatan dan mewakili (mereka) di dalam negeri dan internasional”.

Hadi yang sebenarnya sudah mengundurkan diri sebagai presiden Yaman kemudian melarikan diri ke Arab Saudi itu memecat gubernurnya untuk Aden dan menteri luar negaranya Hani bin Breik pada tanggal 27 April karena dugaan hubungan dekat mereka dengan Uni Emirat Arab.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan portal berita online Middle East Eye, Hadi menuduh UEA bertindak “seperti kekuatan pendudukan di Yaman dan bukan kekuatan pembebasan.”

Kedua pejabatnya yang dipecat tersebut juga diyakini dekat dengan aktivis kemerdekaan selatan.

Langkah tersebut merupakan pukulan baru bagi usaha Hadi untuk terus mempertahankan loyalisnya. Langkah ini juga mencerminkan perpecahan di antara para pendukung Hadi. Hadi sangat bergantung pada milisi yang direkrut di selatan, di mana sentimen separatis cukup dalam.

Pengumuman pembentukan dewan tersebut juga terjadi beberapa hari setelah ribuan orang mengadakan demonstrasi di Aden untuk mengecam pemecatan pejabat senior oleh Hadi.

Selama demonstrasi hari Kamis lalu, panitia meminta Zoubeidi untuk membentuk “kepemimpinan nasional untuk mewakili selatan” dan menjanjikan kesetiaan mereka terhadapnya. Para demonstran diantaranya adalah pendukung gerakan separatis Selatan.

Aden, kota terbesar kedua di Yaman, dulunya adalah ibukota Yaman Selatan yang dulu berdiri sendiri sebelum disatukan pada tahun 1990.

Arab Saudi, yang didukung oleh sekutu-sekutunya seperti UAE, telah memimpin sebuah kampanye militer yang brutal melawan Yaman sejak tahun 2015. Kerajaan tersebut juga memberlakukan blokade udara dan laut terhadap tetangganya di selatan itu. (ARN)

About ArrahmahNews (10467 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: