Berita Terbaru

Deplu AS Tangkap Dua Pengawal Erdogan Pasca Bentrokan

Jum’at, 19 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka secara singkat telah menahan dua pengawal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyusul insiden kekerasan di depan kediaman duta besar Turki pada hari Selasa saat Erdogan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pria tersebut kemudian dilepaskan dengan alasan kekebalan diplomatik.

“Hukum internasional memberi kepala negara dan anggota rombongan mereka hak untuk tidak dapat diganggu gugat dari penangkapan dan penahanan,” kata pejabat tersebut sebagaimana dikutip Sputnik, Jum’at (19/05). “Amerika Serikat mengakui hal ini, yang memberikan perlindungan timbal balik untuk Amerika Serikat di luar negeri,” tambahnya.

Namun, Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa penyelidikan tersebut akan “meminta pertanggungjawaban individu yang harus bertanggung jawab.”

Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa Tom Shannon sebagai Wakil Sekretaris Negara berbicara dengan Duta Besar Turki Serdar Kilic mengenai bentrokan yang menyebabkan setidaknya sembilan orang terluka, termasuk seorang perwira polisi DC itu. Tak lama setelah insiden tersebut, dalam rekaman terdengar Kilic berteriak “Anda tidak bisa menyentuh kami!” di kepolisian Washington DC, kemungkinan mengacu pada kekebalan diplomatiknya.

Pada hari Selasa, sekelompok pemrotes berkumpul di luar kedutaan Turki untuk memprotes rezim Erdoğan, khususnya perlakuannya terhadap minoritas Kurdi Turki. Protes damai dengan cepat berubah menjadi bentrokan setelah para pengawal Erdogan mengejar, memukuli dan menendang mereka. Polisi DC berusaha untuk memulihkan ketertiban namun sia-sia.

Anggota Kongres seperti John McCain (R-AZ) menuntut tanggapan yang menentukan terhadap tindakan pejabat Turki tersebut. Selama tampil di talk show “Morning Joe” MSNBC, McCain mengatakan bahwa “kita harus membuang duta besar mereka keluar dari Amerika Serikat.”

Kepala Polisi Peter Newsham, Rabu waktu setempat, menegaskan bahwa kekerasan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat ditoleransi di kota mereka. Ia menambahkan, saat itu sejumlah petugas keamanan Erdogan dipersenjatai dengan pistol sehingga hal itu memicu kondisi “tak pasti” bagi petugas polisi setempat yang mencoba menjaga aksi tetap damai.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Ed Royce dikabarkan telah mengirim surat kepada Jaksa Agung Jeff Sessions dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson demi mendesak mereka mengambil tindakan atas bentrokan tersebut.

“Untuk mengirimkan pesan yang jelas bahwa tindakan kekerasan ini tidak akan ditoleransi, saya meminta Anda segera menyelidiki masalah ini dan mengajukan semua tuntutan pidana yang sesuai sebelum orang-orang ini meninggalkan AS,” ungkap Royce dalam suratnya.

“Agen pemerintah asing seharusnya tidak pernah kebal dari tuntutan atas perilaku yang kejam,” tulis Roce.

Komentar atas kericuhan ini juga datang dari Wali Kota Washington Muriel Bowser. Ia mengatakan peristiwa tersebut merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai Washington dan hak-hak sebagai warga AS.(ARN)

About ArrahmahNews (10543 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: