Pilpres Iran Digelar, Pemimpin Revolusi Islam Menjadi yang Pertama Memberikan Suara

Jum’at, 19 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, TEHRAN – Warga Iran sedang mengikuti pemilihan presiden ke-12 di dalam dan di luar negeri pada hari Jumat (19/05).

Sekitar 63.500 tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 08:00 pagi waktu setempat (0330 GMT) di seluruh negeri dan ditutup pada pukul 18:00 (1330 GMT) pada hari Jumat, namun jam pemungutan suara kemungkinan akan diperpanjang di tengah perkiraan jumlah pemilih yang tinggi.

Ekspatriat juga dapat memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden di 310 tempat pemungutan suara di 102 negara.

Sejak dini hari, barisan panjang sudah terbentuk di TPS di seluruh negeri.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Khamenei adalah orang pertama yang memberikan suaranya.

Berbicara setelah memberikan suaranya, Pemimpin Revolusi Iran mengatakan, “Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas restu demokrasi, pemilihan, dan partisipasi rakyat [dalam pemilihan]. Ini adalah berkat yang Maha Kuasa.”

Ayatollah Khamenei menggambarkan pemilihan 2017 sebagai sesuatu sangat “penting” dan mengatakan “nasib negara berada di tangan orang Iran.”

“Semakin tinggi jumlah pemilih, semakin baik,” kata Ayatollah Khamenei. “Pekerjaan yang tepat harus dilakukan sesegera mungkin.”

“Pemilukada juga penting karena memilih mereka yang bertanggung jawab atas layanan perkotaan dan pedesaan, yaitu masalah sehari-hari yang melibatkan masyarakat,” Pemimpin Revolusi menambahkan.

Selain memilih presiden, warga Iran di dalam negeri juga memilih anggota Dewan Kota dan Desa.

Perebutan kursi presiden tahun ini memiliki empat kandidat presiden, yaitu Hassan Rouhani yang sedang menjabat untuk masa jabatan kedua, Seyyed Ebrahim Raeisi, mantan wakil ketua yudikatif, anggota Dewan Ekspansi Iran Mostafa Aqa-Mirsalim dan mantan wakil presiden, Mostafa Hashemi Taba.

Namun, Rouhani dan Raeisi dipandang bersaing kuat setelah dua kandidat mendapat dukungan dari Walikota Teheran dan dan Wakil Presiden, di mana Mohammad Baqer Qalibaf mendukung Raeisi, sedangkan  Is’haq Jahangiri mendukung Rouhani, dengan menguncurkan diri pada hari-hari terakhir berkampanye.

Rouhani telah berkampanye pada platform kebijakan luar negeri yang aktif yang dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan internasional.

Raeisi juga telah bersumpah memiliki manajemen ekonomi yang kuat terhadap penghapusan kemiskinan dan pengangguran.

Pemungutan suara pertama dilakukan oleh seorang peneliti Iran di Universitas Victoria di Wellington, Selandia Baru. Pemungutan suara dimulai di Wellington, serta kota-kota di Aukland, Christchurch dan Dunedin pukul 09:30 waktu setempat (pukul 02:00 pagi di Teheran, 2130 GMT).

Orang-orang Iran yang berbasis di negara tersebut, menjadi orang pertama yang memberikan suara mereka dalam pemilihan.

Sejalan dengan rentang waktu acara, warga lran yang berbasis di Amerika akan menjadi yang terakhir yang berpartisipasi dalam pemilihan.

Berdasarkan undang-undang pemilihan Iran, jika tidak ada kandidat yang berhasil mendapatkan lebih dari 50 persen suara, putaran kedua akan dilakukan seminggu kemudian.

Ada lebih dari 56 juta pemilih yang berhak di Iran. Kampanye yang memanas berakhir pada hari Kamis pagi, 24 jam sebelum dimulainya pemilihan.

Ayatollah Khamenei mengatakan pada hari Rabu bahwa negara dan rakyat Iran adalah pemenang sejati dalam pemungutan suara, tidak peduli kandidat mana yang menang. [ARN]

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: