Anggota Kongres AS Kecam Kesepakatan Senjata Trump-Arab Saudi

Senin, 22 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Anggota kongres AS dari Partai Republik , Tulsi Gabbard, mengecam kesepakatan senjata baru oleh pemerintahan Trump dengan Kerajaan Arab Saudi senilai 460 miliar dolar, dimana 110 miliar merupakan kesepakatan segera dan 350 miliar dolar akan dilaksanakan selama 10 tahun ke depan.

Gabbard menggambarkan kesepakatan Trump itu adalah sebuah bentuk pengkhianatan karena Saudi adalah sebuah negara dengan catatan pelanggaran hak asasi manusia luar biasa di dalam dan luar negeri, dan memiliki sejarah panjang memberikan dukungan kepada organisasi teroris yang mengancam rakyat Amerika. (Baca juga:Anggota Kongres AS: Washington Harus Berhenti Dukung Teroris Suriah)

“ Arab Saudi adalah sponsor dan propagator terbesar ideologi ekstremis Wahhabi Salafist yang memicu kelompok teroris seperti ISIS dan al-Qaeda. Berdasarkan sejarah dan rekam jejak Arab Saudi, ada kemungkinan besar senjata ini akan digunakan melawan warga sipil yang tidak berdosa atau berakhir di tangan kelompok teroris,” ungkap Gabbard sebagaimana dikutip situs AntiWar.

Ia menambahkan, “Arab Saudi telah menghabiskan ratusan miliar dolar untuk menyebarkan ideologi Wahhabi Salafi mereka yang ekstrem di seluruh dunia, menciptakan lahan subur bagi organisasi teroris seperti ISIS dan al-Qaeda untuk direkrut, sekaligus memberikan dukungan langsung kepada kelompok teroris yang merupakan ancaman langsung terhadap Kepentingan AS, dan yang berusaha untuk menggulingkan pemerintah sah Suriah.” (Baca juga:Anggota Kongres; AS dan Arab Saudi Lakukan Kejahatan Perang di Yaman)

“ Kemunafikan dalam tindakan administrasi Trump terhadap Arab Saudi dimulai pada bulan Februari 2017 dengan Direktur CIA yang baru diangkat Mike Pompeo memberikan Pangeran Mahkota Saudi Nayef Penghargaan George Tenet sebagai pengakuan atas kinerja intelijen ‘unggulan’ Pangeran bin Nayef, dalam domain kontra-terorisme dan kontribusinya yang tak terbatas untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia.”

“Kemunafikan ini berlanjut hingga sekarang karena pemerintahan Trump berbicara keras melawan ISIS dan terorisme, sambil menjual senjata untuk, mendukung, dan memuji sebuah negara yang memenggal para pembangkang, menindas perempuan, menganiaya agama minoritas, atheis, dan orang-orang LGBT, dan merupakan pendukung Kelompok-kelompok teror terbesar di dunia saat ini seperti al-Qaeda dan ISIS.” (Baca juga:Anggota Kongres AS Temui Bashar Assad di Damaskus)

“Kesepakatan senjata ini akan memungkinkan Arab Saudi untuk menggunakan senjata buatan A.S. dalam kejahatan perang mereka terhadap warga sipil Yaman dalam sebuah perang sipil yang brutal, dan terus melanggengkan kekejaman hak asasi manusia di dalam dan di luar negeri, ” jelas Tulsi Gabbard.

Anggota Kongres Tulsi Gabbard telah memperkenalkan HR 608, kesepakatan bipartisan untuk mencegah AS dari mempersenjatai teroris. Kesepakatan ini akan melarang agen Federal manapun menggunakan uang pembayar pajak untuk memberikan senjata, uang tunai, intelijen, atau dukungan apapun kepada militan bersenjata yang bersekutu dengan al-Qaeda, ISIS dan kelompok teror lainnya serta akan melarang pemerintah AS untuk menyalurkan uang dan senjata melalui negara lain seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar yang secara langsung atau tidak langsung mendukung teroris. (Baca juga:Sumber Diplomatik Suriah Mengungkapkan Detail Pertemuan Gabbard Dengan Assad)

Anggota kongres Tulsi Gabbard juga baru-baru ini mengirim sebuah surat kepada Sekretaris Mattis yang mendesak diakhirinya partisipasi militer Amerika Serikat dalam perang saudara di Yaman, di mana 19 juta orang memerlukan dukungan darurat dan yang tidak pernah diberi wewenang oleh Kongres, dan menyerukan sebuah briefing Kongres mengenai Strategi Gedung Putih di Yaman.

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Anggota Kongres AS Kecam Kesepakatan Senjata Trump-Arab Saudi

  1. GAK ANEH LAH MEMANG ITULAH PEKERJAAN DAJJAL AS SELAMA INI. SEMOGA DAJJAL AS DI MUSNAHKAN OLEH ALLAH SECEPATNYA AMIIIIIIIN YA ROBBUL ALAMIIIIIIIN. ORANG KAFIR PASTI TIDAK PERCAYA , TAPI TUNGGU TANGGAL MAINNYA.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: