Lebih dari 20 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara AS di Mosul

Senin, 29 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSUL – Sedikitnya 20 warga sipil Irak tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS di bagian utara kota Tua Mosul, sebuah laporan mengatakan.

Menurut kantor berita al-Forat berbahasa Arab, serangan udara dilakukan di distrik al-Farouq dan Hazir al-Sadeh pada hari Minggu, juga melukai 25 orang lainnya.

Korban tewas adalah salah satu yang tertinggi dalam kampanye militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat terhadap apa yang dikatakan sebagai target teroris ISIS Takfiri.

AS dan beberapa sekutunya telah terlibat dalam kampanye tersebut sejak Juni 2014. Serangan udara oleh koalisi pimpinan telah dilakukan sedikit untuk mengusir teroris ISIS dan dalam banyak kesempatan telah banyak menimbulkan korban sipil dan kerusakan pada infrastruktur Irak.

Pada hari Kamis, Pentagon mengakui bahwa setidaknya 105 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara AS di Mosul pada 17 Maret lalu. Jaringan televisi Rudaw berbahasa Kurdi di Irak meningkatkan angka kematian menjadi 237 pada saat itu.

Akhir bulan lalu, AS juga mengatakan setidaknya 352 warga sipil tewas dalam serangan udara di Irak dan Suriah sejak tahun 2014, namun kelompok hak asasi manusia memberikan jumlah korban yang lebih tinggi.

Sementara itu, laporan lain yang keluar dari Mosul mengatakan bahwa teroris ISIS telah mengeksekusi setidaknya 12 warga sipil di sebuah rumah sakit di kota yang dilanda perang. Menurut pejabat militer, ISIS kemudian membakar pusat medis setelah dikepung oleh tentara Irak.

Secara terpisah, Unit Mobilisasi Populer mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membebaskan wilayah Qahtanieh, yang terletak di sekitar kota al-Ba’aj, dari genggaman ISIS. Mereka menambahkan bahwa pembebasan menjadi mungkin setelah pasukan Irak, yang didukung oleh angkatan udara, menyerang wilayah strategis tersebut.

Mosul, kota terbesar kedua di Irak, jatuh ke tangan ISIS pada tahun 2014, ketika kelompok teroris memulai kampanye kematian dan penghancuran di Irak, menjadikan kota tersebut sebagai ibukota de facto khilafah di negara Irak.

Secara terpisah, sumber keamanan di provinsi utara Kirkuk mengatakan bahwa orang-orang bersenjata yang tidak dikenal telah membunuh seorang pemimpin lokal ISIS di kota Hawijah. Elemen ISIS yang terbunuh berada di belakang eksekusi para wanita yang telah berusaha melarikan diri dari kota dan daerah yang dilalui gerilyawan, beberapa bulan yang lalu.

Sejak Oktober 2016, tentara Irak dan pejuang relawan sekutu telah memimpin sebuah operasi besar untuk membebaskan kembali Mosul.

Pasukan Irak menguasai Mosul timur pada bulan Januari dan melancarkan pertempuran di bagian barat kota pada bulan Februari. Operasi tersebut telah memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan karena elemen Takfiri telah menjadikan warga sipil sebagai perisai manusia dan berjuang kembali dengan bom mobil, jebakan, tembakan mortir dan penembak jitu. [ARN]

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: