Berita Terbaru

NATO Gagal di Afghanistan, Bagaimana Mau Lawan ISIS di Suriah?

Rabu, 31 Mei 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Pengalaman dan rekam jejak NATO dalam memerangi ekstremisme dan terorisme Islam di Afghanistan serta dalam upaya membangun struktur negara itu telah mengalami kegagalan, sehingga tidak mungkin aliansi tersebut bisa berhasil dalam operasi melawan ISIS di Suriah. Pensiunan Angkatan Udara AS Letnan Kolonel Karen Kwiatkowski mengatakan hal ini kepada Sputnik, Selasa (30/05). (Baca juga: NATO Mulai Campuri Perang di Irak dan Suriah)

“NATO memiliki pengalaman ‘memerangi terorisme’ karena keterlibatannya yang panjang dalam mendukung berbagai pemerintah Kabul, melatih pasukan militer dan polisi Afghanistan setempat, membantu masyarakat sipil dan mungkin memerangi perdagangan opium,” Kwiatkowski mengakui.

“Namun, ketidaksuksesan aliansi militer ini di masing-masing bidang sudah jelas,” jelas Kwiatkowski.

“Di masing-masing bidang ini, seiring dengan intervensi dan aktivitas AS di bidang-bidang ini, hasilnya secara parsial kemudian mencapai kegagalan total, dikombinasikan dengan beban keuangan yang besar dan kerugian atau penurunan fisik dari beberapa persen tentara yang dikerahkan NATO,” tambahnya.

“NATO telah gagal untuk mengembangkan keahlian yang kredibel yang mungkin akan efektif dalam kampanye untuk menghancurkan ISIS (Daesh),” Kwiatkowski menekankan. “Pengalaman semacam ini tidak mungkin membantu dalam perang yang lebih luas melawan ISIS,” katanya lebih lanjut.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengumumkan keputusan aliansi tersebut untuk secara resmi bergabung dalam kampanye melawan ISIS pada pertemuan puncak aliansi tersebut di Brussels pekan lalu. (Baca juga: Korut: NATO adalah Boneka AS)

Namun, menurut Kwiatkowski, keterlibatan NATO dalam kegiatan anti-ISIS di Suriah menimbulkan kebingungan karena sebagian besar negara anggota aliansi tersebut berkomitmen untuk menjatuhkan pemerintah yang sah dari negara itu.

“Tujuan yang kontradiktif ini telah menyebabkan kebingungan, kegagalan, konflik antara Rusia, Amerika Serikat dan lainnya, begitu juga kematian dan penghancuran yang tidak perlu di kawasan,” katanya.

“NATO tidak didanai dengan baik, sangat banyak dari janji yang diberikannya terkait ISIS ini, tetapi tidak mungkin dilaksanakan,” tambah Kwiatkowski. (Baca juga: NATO ARAB Proxy Untuk Melawan Republik Islam Iran)

“Dampak mendasar akan sangat minim, karena keputusan ini dibuat oleh pimpinan NATO yang hanya ingin dilihat sebagai relevan dan layak untuk meningkatkan pendanaan dari negara-negara anggota, tanpa benar-benar mengubah apapun yang telah mereka lakukan,” katanya menambahkan, “Peran baru NATO tidak memberikan inovasi atau inisiatif yang berguna.”

“Tidak ada fungsi unik khusus yang dibawa NATO dalam masalah ini. Ini hanya pemberian slogan yang dapat membantu menangkis pemotongan anggaran yang dibutuhkan,” katanya.

Kwiatkowski memperingatkan bahwa upaya untuk membuat NATO lebih terintegrasi dalam perang global melawan ISIS bisa menjadi bumerang.

Ini bisa “meningkatkan kemungkinan adanya masalah di Timur Tengah atau di tempat lain, di mana hal ini membahayakan beberapa negara NATO dalam beberapa cara, dan klausul pertahanan dari kesepakatan NATO diajukan,” katanya.

Kwiatkowski menyimpulkan bahwa keputusan untuk bergabung dalam kampanye anti-ISIS kemungkinan akan terbukti kontroversial karena NATO telah menghadapi ketidakpopuleran yang meningkat di Eropa, akibat meningkatnya ketidakefektifan dan kurangnya justifikasi untuk memperbaiki kemampuan militer dan tingkat pengeluarannya. (ARN)

About ArrahmahNews (11361 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: