Berita Terbaru

Presiden Jokowi Diserang Tiga Isu Bohong

Rabu, 31 Mei 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengimbau kritik yang ditujukan kepada pemerintah dilakukan secara proporsional. Imbauan Teten disampaikan menanggapi maraknya tudingan-tudingan bohong kepada Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, ada tiga isu yang secara masif diarahkan kepada Presiden. Tujuannya, untuk membentuk opini masyarakat. “Saya melihat ada tiga isu artifisial yang diarahkan ke Istana, ke pemerintah. Satu, anti-Islam, kedua antek China, ketiga pro-PKI,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 30 Mei 2017 Berita-berita bohong, lanjut Teten, tidak hanya mengotori demokrasi, namun juga tidak produktif di tengah usaha pemerintah menjalankan roda pembangunan nasional.

“Ini menurut saya sebaiknya dihentikan, ini tidak produktif demokrasi kita dikotori oleh isu-isu yang tidak benar. Lebih baik diarahkan masyarakat ke hal yang produktif,” terang mantan aktivis antikorupsi itu.

Pemerintah, jelas Teten, terbuka dengan segala kritik sepanjang menyangkut kinerja maupun program kerja. Kritik tersebut berguna untuk semakin melecut pemerintah agar lebih produktif membangun program-program kesejahteraan masyarakat.

Kepada pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong, Teten meminta hal itu diselesaikan melalui jalur hukum secara proporsional. Kasus yang dialami Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover dan Alfian Tanjung, kata Teten, ialah contoh pihak-pihak yang mengkritik melalui berita bohong. [ARN]

Sumber: Metronews.

About ArrahmahNews (11819 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: