Berita Terbaru

Trump Putuskan AS Keluar dari Kesepakatan Iklim

Jum’at, 02 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan global tengara 2015 untuk melawan perubahan iklim, dengan menyatakan bahwa penarikan AS “merupakan penegasan kembali kedaulatan Amerika Serikat.”

“Kami akan keluar,” kata Trump pada sebuah upacara di Rose Garden Gedung Putih pada hari Kamis.

“Untuk memenuhi kewajiban serius saya melindungi Amerika dan warganya, Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan iklim Paris,” kata Trump, menambahkan bahwa “kesepakatan Paris sangat tidak adil di tingkat tertinggi bagi Amerika Serikat.”

Namun, Trump juga mengatakan akan memulai negosiasi untuk kembali masuk kesepakatan Paris atau ke “sebuah transaksi baru dengan syarat yang adil bagi Amerika Serikat, bisnisnya, pekerjanya, rakyatnya, dan pembayar pajaknya.”

“Kami keluar, tapi kita akan mulai bernegosiasi dan kita akan melihat apakah kita bisa membuat kesepakatan yang adil,” katanya.

Langkah tersebut, yang dianggap Trump sebagai langkah memenuhi janji kampanye yang dibuat lebih dari setahun yang lalu itu mendapat kecaman dari partai Demokrat di AS dan dari para pemimpin dunia yang telah meminta Trump untuk tidak meninggalkan kesepakatan dengan 197 negara tersebut.

Trump berulang kali menyebut kesepakatan yang ditandatangani pada era Presiden Barack Obama itu, sebagai kesepakatan yang tidak ‘menempatkan Amerika sebagai yang terutama’ dan terlalu lunak terhadap rival ekonomi AS seperti China, India juga Eropa.

Memang di bawah kesepakatan ini, negara-negara kaya diharapkan memberikan ‘pendanaan’ untuk negara-negara berkembang dalam proses perubahan menuju sumber energi yang lebih bersih. AS sendiri berjanji akan memberikan 3 miliar dolar untuk Green Climate Fund. Di bawah pemerintahan Obama, AS telah menyalurkan 1 miliar dolar. Dan kini di bawah Trump, AS tidak akan memenuhi janjinya itu.

“Saya terpilih untuk mewakili warga Pitssburgh, bukan Paris. Kita tidak ingin pemimpin dan negara lain menertawakan kita lagi. Dan mereka tidak akan bisa,” ujar Trump.

Trump tidak menjelaskan lebih rinci soal bagaimana, atau kapan, penarikan diri secara formal dilakukan. Namun diperkirakan prosesnya akan memakan waktu lama. Trump juga mengindikasikan adanya negosiasi ulang terkait perubahan iklim. Namun Prancis, Jerman dan Italia telah menegaskan bahwa kesepakatan Paris tidak bisa dirundingkan ulang.

Dengan menarik diri, AS bergabung dengan Suriah dan Nikaragua yang tidak menandatangani kesepakatan Paris. Keputusan ini berdampak serius dengan posisi AS sebagai negara penghasil emisi terbesar kedua di dunia setelah China. Kesepakatan Paris pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi produksi gas emisi di dunia dan membatasi kenaikan suhu udara global.

Dengan mengambil keputusan ini, Trump mengabaikan permintaan dan peringatan dari pihak-pihak yang menginginkan AS tetap ‘tergabung’ dalam kesepakatan Paris, termasuk putrinya sendiri Ivanka Trump. Namun keputusan ini sejalan dengan kalangan konservatif Partai Republik AS.

Di sisi lain, dengan menarik diri, peran kepemimpinan AS di dunia juga terancam dan berpotensi membuka ruang bagi China untuk mengisi ‘kekosongan’ yang ditinggalkan AS itu. (ARN)

About ArrahmahNews (10479 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: