Berita Terbaru

Survey: Mayoritas Warga Indonesia Dukung Pembubaran HTI

Senin, 05 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Mayoritas warga Indonesia mendukung pembubaran HTI dan menolak sandaran negara diubah dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi ke sistem negara khilafah, mereka juga menolak keberadaan ISIS. Kesimpulan ini didapat dari survey yang dilaksanakan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Konsep khilafah kembali marak diperbincangkan di publik seiring ramainya pemberitaan tentang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (Baca juga: Ada Tawa Wahabi, HTI dan Moslim Cyber Army Dalam Bom Kampung Melayu)

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan bahwa khilafah yang dimaksud di sini adalah negara yang bersandarkan pada Al-Quran, hadits, dan pendapat ulama tertentu.

“Sebanyak 79,3 persen responden beranggapan NKRI yang bersandar pada Pancasila dan UUD 1945 adalah yang terbaik bagi rakyat Indonesia,” kata Saiful saat menyampaikan hasil surveinya di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta, Minggu (04/06).

Sedangkan 9,2 persen beranggapan khilafah adalah dasar negara yang terbaik untuk Indonesia.

Terkait penerimaan masyarakat terhadap ISIS, menurut Saiful, ada 66,4 persen masyarakat tahu dan sadar dengan keberadaan ISIS. Namun, mereka yang sadar akan keberadaan ISIS hanya 46,7 persen yang tahu tujuannya adalah membentuk khilafah. (Baca juga: Dosen HTI Ancam Tidak Luluskan Mahasiswa yang Menolak Bergabung Dengan HTI)

Meski begitu, mayoritas warga yang tahu akan ISIS tidak setuju dengan perjuangan kelompok militan tersebut. Lebih dari 80 persen menolak perjuangan ISIS dan hanya 1,5 persen yang setuju dan 1,2 persen sangat setuju. Sedangkan 7,8 persen lainnya tidak menjawab.

Masyarakat yang tidak setuju terhadap ISIS hampir seluruhnya meminta negara melarang keberadaaanya di Indonesia. Hanya 7,5 persen yang tidak setuju ISIS dilarang.

Masyarakat yang sadar dengan keberadaan ISIS, berpendapat bahwa ia adalah ancaman yang nyata terhadap keutuhan NKRI. “89,3 persen setuju bahwa ISIS adalah ancaman,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survei SMRC, lebih dari 50 persen warga tidak setuju dengan perjuangan ISIS ataupun HTI yang ingin mendirikan negara Islam berbasis khilafah. Sebanyak 64,1 persen menolak tujuan ISIS dan 55,7 persen menolak cita-cita HTI. (Baca juga: Wiranto: HTI Ingin Mendirikan Negara Islam)

Senada dengan ISIS, penolakan masyarakat terhadap HTI juga besar. Uniknya, warga yang tahu tentang HTI hanya sekitar 28,2 persen. “Dibandingkan ISIS, HTI kurang dikenal di ranah nasional,” ucapnya.

Warga yang tahu akan HTI dan cita-citanya tentang khilafah, 78,4 persennya setuju dengan rencana pemerintah yang hendak membubarkannya. Sedangkan yang tidak setuju HTI dibubarkan sebanyak 13,6 persen dan 8,0 persen tak menjawab.

Dalam surveinya, Saiful menjelaskan 99 persen masyarakat merasa bangga menjadi warga negara Indonesia. Mereka yang nasionalis ini lebih banyak sadar akan ISIS dan cita-citanya dibandingkan yang kurang nasionalis. “Dan mereka lebih kuat menolak ISIS,” ujarnya.

Sedangkan untuk HTI, sikap nasionalisme tidak menjadi faktor yang dapat memperlemah dukungan pada HTI. Yang dapat memperlemah HTI adalah komitmen terhadap berjalannya demokrasi dan kondisi positif di bidang ekonomi, politik, hukum, dan keamanan.

“Memburuknya kondisi faktor-faktor tersebut memperkuat dukungan pada HTI,” ucapnya. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, mengatakan masyarakat dan pemerintah tetap harus waspada meskipun penolakan terhadap ISIS dan HTI besar. Menurut dia, negara harus menghadapi ISIS dengan senjata, sedangkan untuk melawan HTI harus dilakukan dengan adu argumen. (ARN/Tempo)

About ArrahmahNews (11407 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: