Kampus UGM Bebas dari Radikalisme dan Khilafah

Selasa, 6 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berkomitmen sebagai kampus ber-Pancasila, ditunjukkan dengan gerakan konkrit, salah satunya membersihkan kampus UGM dari kegiatan bernuansa radikal dan kekhalifahan.

Rektor baru UGM, Prof Panut Mulyono mengungkapkannya dalam silaturahmi bersama wartawan di University Club, Senin (5/6) petang. (Baca juga: Dosen HTI Ancam Tidak Luluskan Mahasiswa yang Menolak Bergabung Dengan HTI)

“UGM berusaha agar Pancasila bukan hanya jadi diskusi verbal tapi membumikannya dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ada langkah konkrit yang dilakukan di UGM seperti dosen mata kuliah apapun wajib menyampaikan materi terkait Pancasila paling tidak 30 menit saat memberikan kuliah,” kata Panut.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan gerakan kekhilafahan yang diklaim negara menjadi paham radikal bertolak belakang dengan Pancasila, Panut dengan tegas menyatakan bahwa UGM tidak mentolerir keberadaan dan dakwah HTI. Rektorat telah menyiapkan cara penangkalnya, termasuk monitoring menyeluruh, sejak mahasiswa masuk kampus hingga pengambilalihan pengelolaan masjid kampus.

“Penyelenggaraan kuliah agama Islam harus berlandaskan agama Islam yang rahmatan lil allamin. Kemarin juga telah diubah mengenai pengelolaan masjid kampus agar tidak jadi tempat masuknya paham radikal,” ujarnya.

Pengelolaan masjid kampus akan diambil alih langsung oleh Badan Pengelolaan Masjid Kampus UGM, yang sebelumnya dikelola yayasan. (Baca juga: NU-Muhammadiyah Sepakat Tolak Khilafah HTI)

Panut bahkan menyatakan, tahap persiapannya pun sudah dilakukan sejak Raktor UGM dijabat Prof Dwikorita Karnawati. Selama dikelola oleh yayasan, masjid kampus jauh dari pengawasan universitas sehingga rentan disusupi kegiatan paham-paham ekstrem.

Dengan Badan Pengelolaan Masjid Kampus yang berisi dosen-dosen dengan beragam aliran, seluruh kegiatan di masjid UGM akan termonitor. Para dosen tersebut akan dilibatkan dalam pengelolaan masjid dalam sebuah wadah bernama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) sebagai unsur pembimbing, pembina dan penasihat. (Baca juga: BMI dan GP Ansor Ikrarkan Pembubaran HTI)

“UGM berkomitmen untuk menjadi benteng Pancasila dengan mendeklarasikan diri sebagai kampus Pancasilais dan sudah sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi, kampus harus bisa mengimplementasikan butir lima sila dalam seluruh kegiatannya,” tegasnya.

Di sisi lain, UGM juga bakal terus mengedepankan ekonomi kerakyatan yang selama ini sudah dikembangkan salah satu fakultas. (ARN)

Sumber: Beritasatu

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: