Dewan Tertinggi Politik Yaman Tolak Utusan PBB Sebagai Mediator

Rabu, 7 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Dewan Politik Tertinggi Yaman, badan pemerintah tertinggi negara tersebut, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi menerima Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang bersikap bias.

Berbicara dalam pidato di televisi Al-Masirah pada Senin malam, Saleh al-Samad, kepala dewan tersebut, mengatakan bahwa utusan PBB tidak lagi diizinkan masuk ke wilayah-wilayah di Yaman yang dikendalikan oleh gerakan Houthi Ansarullah.

“Kami katakan dengan suara bulat bahwa utusan tersebut tidak lagi diterima di sini. Tidak akan ada kontak lagi dengan Ismail Ould Sheikh Ahmad dan dia tidak diterima di sini,” kata Samad.

Ahmed “tidak diterima” dalam upaya penyelesaian konflik yang mencengkeram Yaman, katanya, dan menambahkan bahwa jika PBB memilih utusan lain, orang itu harus “menghormati kehendak rakyat Yaman.”

Samad lebih lanjut mengatakan bahwa keputusan baru tersebut diambil bersama oleh Houthi dan sekutu mereka dari Partai Kongres Rakyat mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Sementara itu, juru bicara Houthi Mohammed Abdul-Salam mendukung posisi Samad dan menuduh utusan PBB telah meninggalkan netralitasnya mengenai konflik di Yaman dan tidak menghormati resolusi PBB.

Dua minggu yang lalu, Ahmed mengunjungi ibu kota Yaman, Sana’a, dalam upaya untuk menjadi perantara gencatan senjata untuk bulan puasa Ramadhan dan mencegah serangan Saudi ke kota pelabuhan Hudaydah.

Demonstran Yaman, yang menyerukan diakhirinya blokade Saudi di Bandara Sana’a, menyerang konvoi diplomat Mauritania tersebut saat sedang melakukan perjalanan dari bandara ke kompleks PBB. Pengawal utusan PBB menembak ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Setelah perjalanan tersebut, Ahmed mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa perundingan untuk perantara gencatan senjata di Yaman telah berlangsung lamban dan pihak yang bertikai enggan untuk membahas konsesi yang dibutuhkan untuk perdamaian.

Dia juga mengatakan bahwa pejabat Houthi telah menolak untuk bertemu dengannya selama kunjungan terakhirnya ke Yaman.

Utusan PBB tersebut selanjutnya mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang serangan terhadap konvoi tersebut dan mendesak penyelidikan atas insiden tersebut. [ARN]

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Dewan Tertinggi Politik Yaman Tolak Utusan PBB Sebagai Mediator

  1. kalau harapkan PBB, memang sukar nak aman

1 Trackback / Pingback

  1. Badan Pemerintah Tertinggi Yaman Tolak Utusan PBB Sebagai Mediator – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: