Berita Terbaru

Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim Ternyata Mantan Narapidana Korupsi

Rabu, 7 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Tersangka kasus suap DPRD Jatim ternyata sebelumnya adalah narapidana Korupsi. Dia adalah Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Moch Basuki, salah satu dari enam orang yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) di Surabaya Senin (5/6/2017) kemarin.

 “Bahwa benar MB ini pernah terlibat kasus yang lain. Ya tentu ini sangat disesalkan,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief di Gedung KPK Jakarta. (Baca juga: 6 Orang Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Suap DPRD Jatim)

Basuki yang pernah menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya itu pernah divonis bersalah terkait penyalahgunaan anggaran premi kesehatan anggota DPRD. Dalam kasus yang terjadi tahun 2003 tersebut, negara dirugikan sekitar Rp 1,2 miliar

Syarief mengatakan, KPK sangat mengimbau agar masyarakat tidak mudah memilih wakil rakyat atau pejabat yang memiliki latar belakang buruk. Apalagi pernah dibuktikan bersalah oleh pengadilan, karena terlibat kasus korupsi. (Baca juga: Gubernur Jatim Siapkan PLT Untuk Dua Pejabat Dinas yang Dijaring KPK)

“Kami harapkan pada masyarakat bahwa seorang yang pernah menjadi narapidana dan terpilih lagi menjadi wakil rakyat, saya pikir tidak pantas dan buktinya bukan hanya di Jatim, tapi di banyak tempat lain,” kata Syarief.

Basuki dan lima orang lainnya, termasuk dua kepala dinas di Pemprov Jatim ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada Senin (5/6/2017). Keenam orang tersebut kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan harus menjalani penahanan. Basuki diduga telah menerima suap dari banyak kepala dinas di Pemprov Jatim. Suap tersebut diberikan agar memperlemah pengawasan anggaran yang dilakukan DPRD terhadap berbagai kedinasan. (Baca juga: Operasi Tangkap Tangan KPK di Surabaya Menjaring 6 Orang)

“KPK akan mempertimbangkan hukuman yang lebih berat kepada Basuki, mengingat politisi Partai Gerindra tersebut pernah melakukan tindak pidana korupsi sebelumnya”kata Syarief.

“Apakah ini akan dijadikan sebagai hal yang memberatkan, nanti akan dipikirkan oleh penyidik dan penuntut di KPK,” tutup Syarief. (ARN)

Sumber: Kompas

About ArrahmahNews (10030 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: