Berita Terbaru

AS Gunakan Bom Fosfor Putih di Raqqa, Dimana Kecaman Internasional?

Sabtu, 11 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RAQQA – Kemarahan dan empati atas nama warga sipil di Suriah yang diungkapkan oleh para politisi Barat dan media-media utama begitu menghebohkan saat tersebar laporan (yang sampai kini belum bisa dibuktikan) bahwa pemerintahan Bashar Assad telah melakukan serangan kimia, sebaliknya saat kini muncul laporan bahwa koalisi dukungan AS melancarkan serangan udara dengan menggunakan bahan kimia ilegal dan sangat berbahaya, yaitu fosfor putih, di sebuah kota yang menampung 200.000 penduduk, media dan politisi Barat sepenuhnya mengabaikan semua itu. (Baca juga: Rusia Miliki Informasi Siapa Pemilik Senjata Kimia di Suriah)

Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS memasuki kota Raqqa untuk pertama kalinya pada hari Selasa. Sementara media populer seperti Reuters melaporkan bahwa “setelah serangan koalisi AS menargetkan kota, pejuang SDF mulai bergerak dalam kelompok kecil masuk ke distrik tersebut, ada beberapa aspek penting yang tampaknya tak disebutkan media ini.

Media-media internasional lain dan beberapa saksi melaporkan melalui media sosial bahwa serangan udara AS itu menggunakan bom-bom cluster atau fosfor putih, dua jenis bom yang sangat berbahaya dan dilarang secara internasional untuk digunakan di wilayah-wilayah sipil. (Baca juga: Komisi HAM Timteng: Israel Sutradarai Serangan Kimia Suriah)

Xinhua News, badan pers negara China, melaporkan bahwa “Puluhan warga sipil terbunuh pada hari Kamis saat serangan udara koalisi yang dipimpin A.S. menargetkan kota Raqqa di utara Suriah dengan fosfor putih,” mengutip sebuah laporan dari radio Sham FM Suriah.

Riafan.ru, media Rusia melaporkan bahwa “Pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat membombardir Raqqa dan pinggiran kota itu dengan amunisi fosfor putih,” mengutip laporan aktivis lokal di Twitter, yang mengatakan bahwa koalisi AS telah melakukan 20 serangan udara.

Meskipun jumlah kematian warga sipil belum dikonfirmasi, laporan awal menunjukkan bahwa hampir 50 orang terbunuh. AS sendiri menyebut belum memastikan apakah fosfor putih digunakan selama serangan tersebut.

Media yang berafiliasi dengan ISIS juga mengunggah video yang diklaim sebagai rekaman saat koalisi AS jatuhkan bom fosfor di wilayah Raqqa. (Baca juga: Zakharova: ISIS dan Jabhat Nusra Terus Teror Rakyat Suriah Bahkan dengan Zat-zat Beracun)

Fosfor putih digambarkan sebagai “bahan kimia pembakar dan racun yang digunakan sebagai pengisi di sejumlah amunisi berbeda yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan militer.”

Bahan kimia tersebut dilarang secara internasional setelah Protokol 1980 tentang Senjata Pembakar yang membatasi “penggunaan senjata pembakar sebagai sarana atau metode peperangan selama konflik bersenjata.”

Penggunaan senjata kimia jelas dilarang dalam konflik bersenjata internasional. Komite Palang Merah Internasional mencatat bahwa “penggunaan gas asphyxiating, beracun atau gas lainnya, dan semua cairan analog, bahan atau perangkat yang tercantum dalam Statuta Pengadilan Pidana Internasional sebagai kejahatan perang.”

Trump, Presiden yang sama yang mengaku hatinya hancur melihat “bayi-bayi yang tidak bersalah” dilaporkan terbunuh pada bulan April dalam sebuah serangan kimia yang dituduhkan pada pemerintahan Assad, (meski bukti menunjukkan sebaliknya), tidak mengatakan apapun tentang laporan yang mengungkap bahwa negaranya melakukan kejahatan yang sama yang sebelumnya dia kutuk habis-habisan. (ARN)

About ArrahmahNews (10892 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: