arrahmahnews

Dukung Kemerdekaan Kurdistan, Saudi Cs Incar Dirikan Pangkalan Militer di Erbil Irak

Senin, 12 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, KURDISTAN – Seorang pejabat Kurdi mengungkapkan bahwa Arab Saudi, UEA dan Yordania mendesak pejabat Kurdistan Irak untuk mengizinkan mereka membangun pangkalan militer di wilayah tersebut karena mendukung keputusan mereka untuk mengumumkan kemerdekaan.

“Berdasarkan kesepakatan ini, Arab Saudi, UEA dan Yordania memberikan janji-janji untuk membangun pangkalan militer di Dahouk dan Erbil dengan tujuan untuk menghadapi pengaruh Iran dan Turki sebagai imbalan atas dukungan mereka terhadap referendum untuk kemerdekaan dan kemudian pembentukan negara Kurdi,” sumber pejabat Kurdistan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar al-Alam al Jadid pada hari Minggu.

Memperhatikan bahwa Riyadh dan Erbil sudah memiliki kesepakatan kerjasama intelijen, sumber tersebut mengatakan, “Saat ini, ratusan pasukan Saudi, UEA dan Yordania sudah hadir di Erbil dan Dahouk dengan alasan sebagai penasehat militer.”

Dalam sebuah pernyataan yang relevan pada hari Sabtu, seorang analis Irak terkemuka dan penasihat senior mantan Presiden Irak Jalal Talibani memperingatkan bahwa beberapa negara Arab Teluk Persia telah memasang plot melawan Irak dan memprovokasi Massoud Barzani untuk menggelar referendum kemerdekaan.

“Massoud Barzani bersikeras mengadakan referendum untuk memisahkan diri dari Irak dan beberapa negara Teluk Persia telah memprovokasi dia,” kata Wafiq al-Samerayee.

Dia memperingatkan orang-orang Arab di Irak untuk tidak bersatu dengan Barzani, dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan menjadi kesalahan yang tak termaafkan.

Al-Samerayee juga memperingatkan bahwa negara-negara tetangga juga akan menunjukkan reaksi serius terhadap keputusan Kurdistan Irak untuk kemerdekaan.

Wilayah Kurdi Irak pada hari Rabu mengumumkan akan mengadakan referendum mengenai kemerdekaan, dalam sebuah langkah yang mungkin akan dilakukan oleh pemerintah pusat di Baghdad.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa tanggal referendum kemerdekaan telah ditetapkan pada hari Senin, 25 September 2017,” kata Barzani di Twitter.

Asisten Barzani Hemin Hawrami mentweet bahwa pemungutan suara akan berlangsung di wilayah Kirkuk yang disengketakan dan tiga wilayah lainnya yang juga diklaim oleh pemerintah pusat; Makhmour di utara, Sinjar di barat laut dan Khanaqin di timur. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: