NewsTicker

Tentara Suriah dan Sekutu 600 Meter dari Perbatasan Irak

Selasa, 13 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Tentara Suriah dan pejuang pro-pemerintah dari kelompok-kelompok populer dilaporkan telah maju ke sejumlah arah gurun al-Badiya, yang mencapai perbatasan yang sangat dekat dengan Irak.

Jaringan berita berbahasa Arab al-Mayadeen yang berbasis di Libanon, mengutip seorang komandan militer yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pada hari Senin bahwa unit tentara yang bekerja sama dengan sekutu telah berhasil meraih keuntungan teritorial, dan sekarang hanya berjarak 600 meter dari perbatasan Irak.

Komandan tersebut menambahkan bahwa pasukan Suriah dan pasukan sekutu telah merencanakan untuk tiba di perbatasan Irak pada tahap pertama operasi utama mereka, dan kemudian membersihkan Badiya dari teroris Takfiri yang disponsori Barat.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tentara dan sekutu sekarang bergerak menuju Deir EzZor untuk memecahkan pengepungan di kota timur, yang telah diduduki teroris ISIS Takfiri selama tiga tahun terakhir.

Sementara itu, unit tentara Suriah telah menembak jatuh sebuah kendaraan udara tak berawak di atas kota Tafas di provinsi selatan Dara’a. Pesawat tempur tak berawak itu dicurangi membawa bahan peledak.

Pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Suriah dan ekstremis ISIS juga telah menewaskan lebih dari 60 teroris di dekat bandara Deir EzZor.

Pada tanggal 9 Juni, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, Kepala Staf Umum Direktorat Operasi Utama Rusia, melayangkan kritik keras terhadap koalisi pimpinan AS karena membom tentara Suriah, membiarkan teroris ISIS melarikan diri dari penjagaan dan meningkatkan teroris di Palmyra dan Deir EzZor.

“Kami melihat bahwa tindakan koalisi hanya mencegah pasukan pemerintah mengalahkan teroris ISIS,” katanya. Rudskoi juga menyoroti bahwa militer Rusia tidak melihat adanya hasil signifikan dari koalisi pimpinan AS melawan terorisme.

AS dan sekutu-sekutunya telah membombardir apa yang mereka katakan sebagai posisi ISIS di Suriah dan Irak sejak tahun 2014. Koalisi tersebut berulang kali dituduh menargetkan dan membunuh warga sipil. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: