News Ticker

Analis: Rusia, China Kacaukan Rencana AS Kuasai Dunia

Rabu, 14 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Seorang analis politik dari California mengatakan bahwa Rusia dan China telah mengacaukan rencana AS menguasai dunia yang disebut tatanan internasional Amerika dengan menantang dominasi militer dan ekonomi AS serta menolak tunduk pada kebijakan global Washington.

Sekretaris Pertahanan AS, James Mattis, percaya bahwa “Amerika Serikat memiliki semacam hak abadi untuk mendominasi sumber energi dunia dan berfungsi sebagai polisi dunia dan bahwa China dan Rusia memiliki kewajiban untuk melayani sebagai negara bawahannya Amerika Serikat,” kata Scott Bennett, Mantan perwira perang psikologis Angkatan Darat AS.

“Ini telah menjadi khayalan ideologis lama di dalam aparat militer dan politik AS,” kata Bennett kepada Press TV pada hari Selasa (13/06).

“AS terus-menerus mengejar rencana untuk mendominasi sumber daya alam dunia dengan menghilangkan rezim politik yang ada dan mendirikan negara-negara balkanized yang terkontrol dan negara bagian federal,” tambahnya.

“Rusia, Iran dan China merupakan ancaman terakhir karena mereka menolak untuk tunduk pada perintah tersebut.”

Mattis telah memperingatkan bahwa Rusia dan China megancam dominasi militer Amerika dengan kemajuan teknologi,” dan menempatkan tatanan internasional berada di bawah serangan.”

Mattis membuat pernyataan tersebut ke Komite Angkatan Bersenjata AS pada hari Senin sebagai bagian dari kesaksiannya dalam dengar pendapat tentang permintaan anggaran Departemen Pertahanan 2018.

“Kembalinya persaingan kekuatan besar, ditandai oleh Federasi Rusia yang bangkit kembali dan lebih agresif serta China yangmenanjak, lebih percaya diri, dan tegas, menempatkan tatanan internasional di bawah serangan,” kata kepala Pentagon.

Dia mengatakan dominasi militer AS di laut, darat dan udara terancam dengan kemajuan teknologi Rusia dan China.

Mattis juga mengatakan tidak ada indikasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan hubungan positif dengan Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa mereka telah memilih untuk menjadi “pesaing strategis”.

Mattis menghadiri sidang luas dengan Kepala Staf Gabungan AS Joseph Dunford, yang mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki hubungan yang tidak bersahabat dengan Rusia.

Washington dan Moskow memiliki sejumlah kepentingan yang berbeda, termasuk di Suriah dan Ukraina. (ARN)

About ArrahmahNews (13025 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: