News Ticker

Banser Ditarik dari Perbatasan Indonesia-Filipina Jelang Idul Fitri

Rabu, 14 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MANADO – Konflik yang terjadi di Marawi, Filipina beberapa saat lalu yang juga menjadi perhatian Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama. Namun, untuk sementara waktu ditarik dari perbatasan menjelang idul fitri.

Saat ini  Banser NU bersama polisi dan tentara yang ikut mengamankan perbatasan untuk mencegah masuknya ISIS dari Marawi, Filipina Selatan ke Indonesia. Mereka ditempatkan di tiga pulau terluar, yakni Kepulauan Kawaluso, Kepulauan Matutuang dan Kepulauan Marore.(Baca juga: Apel Kebangsaan, Ansor Kalbar Siap Hadapi Pengganggu NKRI)

Menurut Komandan Satuan Koordniasi Wilayah (Satkorwil) Banser Sulawesi Utara Hi Ali Tumiwan penarikan anggota Banser dari perbatasan selain persiapan lebaran juga untuk persiapan pengamanan pada malam takbir.

“Sejak tanggal 3 Juni kemarin kami diminta tolong oleh Kapolres Sangihe dan Komandan Kodim 1301 Sangihe-Talaud untuk ikut bersama dengan mereka melakukan pengamanan di perbatasan dari bahaya ISIS,” kata Tumiwan, Rabu, 14 Juni 2017. (Baca juga: Kapolri Berdoa Bersama Ulama Jaga Keutuhan NKRI Saat Sambangi Gus Mus)

Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara Yusra Alhabsy mengatakan keterlibatan langsung anggota Banser dalam menjaga perbatasan merupakan bukti nyata  Ansor dan Banser ikut berada di garis depan untuk memerangi kelompok radikal yang ingin menggerogoti persatuan Indonesia.

“Sebagaimana perjuangan para ulama untuk menyatukan NKRI,  kita harusnya tetap menjaga NKRI dari ancaman-ancaman paham yang ingin merusak tatanan NKRI selama ini. Inilah kenapa kami terlibat langsung menjaga perbatasan dari ancaman masuknya ISIS yang diisukan dari Marawi akan datang ke Sulawesi Utara,” kata Alhabsy.(ARN)

Sumber: Tempo

About ArrahmahNews (14210 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: