Berita Terbaru

Koalisi AS Akui Gunakan Senjata Kimia Fosfor Putih di Mosul

Kamis, 15 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSUL – Seorang Jenderal Selandia Baru telah mengkonfirmasi bahwa koalisi pimpinan AS yang berperang di Mosul telah menggunakan amunisi yang dilengkapi dengan fosfor putih. Itu terjadi di tengah meningkatnya kritik atas penggunaan senjata multiguna itu, yang bisa sangat berbahaya bagi warga sipil.

Selama beberapa minggu terakhir, sejumlah klaim telah mengungkap penggunaan amunisi fosfor putih oleh koalisi pimpinan AS di Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah, dua kubu besar kelompok teror ISIS. Penggunaan senjata kimia fosfor putih ini di Mosul, menurut laporan Russia Today pada Rabu (14/06) telah dikonfirmasi oleh Brigadir Selandia Baru, Jenderal Hugh McAslan.

“Kami telah menggunakan fosfor putih untuk area layar di Mosul barat untuk membuat warga sipil keluar dengan aman,” katanya kepada penyiar NRP AS, yang tampaknya merupakan konfirmasi pertama mengenai penggunaan senjata berbahaya ini. Sebelumnya koalisi tersebut melaporkan menggunakan amunisi fosfor putih di daerah pedesaan Irak, tapi tidak di kota berpenduduk padat.

Konfirmasi tersebut muncul setelah Human Rights Watch (HRW) mengkritik koalisi tersebut pada hari Rabu karena mengerahkan jenis amunisi yang kontroversial dalam perang melawan ISIS.

“Tidak peduli seberapa besar fosfor putih digunakan, ini menimbulkan risiko tinggi akan bahaya mengerikan dan berjangka panjang di kota-kota yang padat penduduk seperti Raqqa dan Mosul dan daerah-daerah lain dengan konsentrasi penduduk sipil,” kata Steve Goose, direktur senjata HRW.

“Pasukan pimpinan AS harus melakukan semua tindakan pencegahan yang layak untuk meminimalkan bahaya sipil saat menggunakan fosfor putih di Irak dan Suriah.”

“Pasukan pimpinan AS harus melakukan semua tindakan pencegahan yang layak untuk meminimalkan bahaya sipil saat menggunakan fosfor putih di Irak dan Suriah.”

Fosfor putih terbakar saat bersentuhan dengan oksigen, menghasilkan panas suhu tinggi dan asap putih khas. Munisi dengan bahan kimia semacam itu dapat digunakan sebagai senjata pembakar, untuk meletakkan layar asap atau sebagai sinyal.

Sementara menggelar senjata pembakar melawan daerah pemukiman dilarang di bawah Protokol III Konvensi Senjata Konvensional (CCW), dua kegunaan lainnya tidak, yang memungkinkan beberapa negara, termasuk AS, untuk menyimpan amunisi tersebut di gudang senjata mereka.

Kelompok-kelompok HAM adalah yang paling banyak mengkritik penggunaan senjata semacam itu. Mereka mengatakan bahwa fosfor putih tetap sangat berbahaya meski tidak sengaja digunakan untuk menyalakan api. Submunisi ini bisa menyala beberapa hari setelah penyebaran dan tetap menjadi bahaya bagi sebuah kota. Cidera yang disebabkan oleh bahan kimia tersebut dapat membakar sampai ke tulang dan cenderung menyala kembali dalam tubuh, jika sisa sisa fosfor di luka terpapar udara luar.

“Kerusakan sipil yang mengerikan dari penggunaan fosfor putih sebelumnya telah menimbulkan kemarahan publik dan penggunaan fosfor putih terbaru ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak negara-negara untuk memperkuat hukum internasional yang berkaitan dengan senjata pembakar,” kata Goose dari HRW.

Sebelumnya, cuplikan beberapa contoh dugaan penggunaan amunisi fosfor putih di Mosul dan Raqqa dipublikasikan secara online. Satu insiden tampaknya terjadi pada 8 Juni di kota Suriah, beberapa hari setelah milisi SDF yang didukung AS mengumumkan bahwa mereka telah memulai pengepungan kubu ISIS. Ada laporan selanjutnya tentang penggunaan amunisi tersebut pada hari berikutnya.

Ada juga cuplikan dari apa yang tampaknya adalah senjata fosfor putih yang ditempatkan oleh artileri yang dilaporkan ditembakkan di Mosul barat pada 3 Juni. Pasukan Keamanan Irak kemudian menyatakan bahwa penempatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan bagi warga sipil yang mencoba melarikan diri dari bagian kota yang dikuasai ISIS. (ARN)

About ArrahmahNews (11744 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: