Berita Terbaru

Jusuf Kalla: Sikap Donald Trump Tak Pengaruhi RI

Jumat, 16 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) menegaskan Indonesia tidak terpengaruh  sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump awal Juni menyatakan negaranya telah menarik diri dari Paris Agreement (Perjanjian Paris) untuk perubahan iklim yang disepakati pada 2015, di era pemerintahan Barack Obama.

Sikap Donald Trump ini disikapi dingin. Sejumlah lembaga internasional seperti PBB dan Uni Eropa, kemudian tokoh internasional angkat bicara, termasuk dari dalam AS sendiri.

Terkait itu, tiga dubes asing di Indonesia mendatangi JK. Yakni, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael von Ungern-Stenberg, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, dan Duta Besar Uni Eropa untuk Delegasi Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend. Pertemuan tertutup tersebut juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. (Baca juga: Demo Mahasiswa Oxford Tolak Wapres Jusuf Kalla Jadi Pembicara Islam Moderat)

Menurut JK, Indonesia tak berpaling dari Perjanjian Paris, tetap berkomitmen untuk menurunkan emisi global. Indonesia berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030 dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Target ini diterapkan secara nasional melalui Peraturan Presiden 61/2011, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK).

“Konsisten untuk tetap berada dalam posisi pelaksanaan kelanjutan Paris Agreement. Malah kita sudah lebih maju. Mungkin minggu depan ada satu persetujuan-persetujuan baru dengan Kalimantan,” tutur JK di kantornya, Kamis (15/6/2017).

JK menjelaskan, persetujuan nanti akan membahas soal hutan yang berada di Kalimantan, sesuai dengan prinsip-prinsip Perjanjian Paris. Karena itu, dia menegaskan, Indonesia tidak terpengaruh dengan sikap Trump. (Baca juga: Serang Balik, Walikota London Minta Kunjungan Trump ke Inggris Dibatalkan)

“Untuk menegaskan saja, tidak dipengaruhi. Apa yang diisukan AS, Indonesia tetap pada posisi Paris Agreement,”tegas JK.

Menteri Siti menjelaskan kehadiran para Dubes di kantor Wapres, menandakan bahwa dunia Internasional memberikan dukungan besar untuk Indonesia. Bahkan, sebenarnya Indonesia sudah menjalankan apa yang menjadi komitmen di Perjanjian Paris. Beberapa daerah sudah mulai mengimplementasikannya.

“Provinsi termasuk Kaltim, Sumsel, sebagian Kalteng, sedikit juga di Riau, Papua juga. Nah ini sudah ada rintisan-rintisannya, bagaimana caranya dari operasi ataupun implementasi di Paris Agreement,”kata Siti.

Dubes Perancis Jean-Charles Berthonnet juga mengatakan, komitmen negara-negara akan Perjanjian Paris sangat dibutuhkan, terlebih dalam menghadapi pertemuan G-20 di Hamburg, Jerman, Juli 2017 Nanti. (Baca juga: Trump Tuduh Comey Bersaksi Palsu di Depan Kongres)

“Ini sangat penting bagaimana untuk bersama, khususnya pada pertemuan di G-20 di Hamburg. Jadi sangat penting untuk diketahui bahwa secara umum semua negara komitmen akan adanya Perjanjian Paris,” jelas Berthonnet.

Sedangakan Dubes Jerman Michael von Ungern-Stenberg menyatakan, setelah keluarnya Amerika Serikat keluar, tidak ada pengaruh apapun. Bahkan negara-negara masih berkomitmen dengan Perjanjian Paris.

“Setelah Amerika Serikat keluar, seluruh dunia yang terlibat dalam perjanjian masih tetap bertahan. Ini sangat penting untuk diketahui,” pungkas Stenberg. (ARN)

Sumber: liputan6

About ArrahmahNews (11407 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: