Berita Terbaru

Merkel Khawatir Sanksi Baru Anti-Rusia Dapat Membahayakan Ekonomi Eropa

Sabtu, 17 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JERMAN – Kanselir Jerman Angela Merkel berbagi kekhawatiran dengan pejabat Eropa lainnya bahwa sanksi anti-Rusia yang baru diusulkan tersebut dapat membahayakan ekonomi Eropa, kata juru bicaranya.

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan pada hari Jumat bahwa kanselir berbagi keprihatinan mengenai usulan sanksi yang diungkapkan dalam sebuah pernyataan bersama oleh Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel dan Kanselir Austria Christian Kern sehari sebelumnya, kutip kantor berita DPA.

“Keputusan Senat AS menimbulkan pertanyaan yang persis sama untuknya seperti yang dilakukan oleh Mr. Kern dan Mr. Gabriel. Hal ini secara halus, merupakan langkah aneh yang diambil oleh Senat AS,” kata Seibert.

Juru bicara tersebut mengatakan “aneh” bahwa sanksi yang dimaksudkan untuk menghukum Rusia karena tuduhan mencampuri pemilihan AS bulan November lalu dapat menyebabkan hukuman terhadap perusahaan-perusahaan Eropa.

“Itu tidak boleh terjadi,” katanya. “Kami umumnya menolak sanksi dengan efek ekstra teritorial, yang berarti berdampak pada negara-negara ketiga.”

Dalam pernyataan bersama pada hari Kamis, Gabriel dan Kern mengatakan bahwa sanksi energi yang diusulkan seharusnya tidak “mengancam perusahaan Jerman, Austria, dan Eropa lainnya,” dan menambahkan bahwa tindakan penghukuman tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Sanksi tersebut disetujui oleh margin 98 sampai 2 pada tanggal 15 Juni, namun masih perlu melewati Dewan Perwakilan Rakyat dan ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump untuk menjadi undang-undang.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Menteri Perekonomian Jerman Brigitte Zypries menuduh Washington merusak pendekatan bersama dengan Eropa mengenai sanksi terhadap Rusia dan mengancam bahwa Berlin akan membalas jika presiden AS mendukung rencana tersebut.

“Jika dia melakukannya, kita harus mempertimbangkan apa yang akan kita lakukan untuk melawannya,” kata Zypries.

RUU sanksi tersebut terutama mempengaruhi perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan minyak dan gas Rusia, termasuk BASF, Shell, Engie, OMV, Wintershall, dan Uniper yang ambil bagian dalam proyek Nord Stream 2. (ARN)

About ArrahmahNews (11744 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: