Berita Terbaru

Raja Salman Mulai Lucuti Wewenang Putra Mahkota Bin Nayef

Sabtu, 17 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Raja Arab Saudi, Salman bib Aldulaziz Al-Saud, telah mengeluarkan sebuah dekrit kerajaan yang merestrukturisasi sistem penuntutan negara tersebut, dimana hal itu pada dasarnya melucuti putra mahkota dari wewenangnya untuk mengawasi penyelidikan kriminal. (Baca juga: Putra Mahkota Saudi Beberkan Rencana Jahat Putra Raja Salman)

Dekrit raja yang dikeluarkan pada hari Sabtu (17/06) itu berupa putusan untuk mengganti nama Biro Investigasi dan Penuntutan (BIP) yang sebelumnya dipimpin putra mahkota Muhammad bin Nayef, menjadi kantor Jaksa Penuntut Umum dengan seorang jaksa penuntut umum baru dan berkewajiban untuk melapor langsung kepada raja.

Washington Post melaporkan bahwa Sheikh Saud bin Abdullah bin Mubarak, jaksa yang baru ditunjuk itu wajib melapor langsung kepada raja, memastikan independensinya untuk meninjau sistem investigasi Arab Saudi dan mengusulkan amandemen yang diperlukan dalam waktu 90 hari. (Baca juga: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”)

Pangeran mahkota, yang juga menjabat sebagai kepala Kementerian Dalam Negeri, sebelumnya memimpin BIP dan bertugas untuk mencalonkan pemimpinnya.

Tugas biro tersebut termasuk menyelidiki kejahatan, kasus pengarsipan, penuntutan individu, putusan pengadilan dan mengawasi pelaksanaan hukuman pidana.

Kerajaan ini mengeksekusi total 153 orang pada tahun 2015, sebuah tingkat eksekusi tertinggi dalam skala global.

Negara ini mendapat kecaman khusus dari kelompok hak asasi manusia karena eksekusi yang dilakukan untuk kejahatan non-fatal. (Baca juga: Geger Besar di Kerajaan Saudi, Mohammed Bin Salman Tangkap Para Pangeran)

Pihak berwenang Saudi mengatakan eksekusi tersebut mengungkapkan komitmen pemerintah Saudi untuk “menjaga keamanan dan mewujudkan keadilan.”

Amnesty International mengatakan Arab Saudi memiliki salah satu tingkat eksekusi tertinggi di dunia. Human Rights Watch juga meminta rezim Saudi untuk menghapus sisitem hukuman mati dengan cara memenggal yang “mengerikan”.

Para ahli hak telah mengemukakan kekhawatiran tentang keadilan system pengadilan di negara ini. Ulama Muslim juga mengecam Riyadh karena mengeksekusi para tersangka tanpa memberi mereka kesempatan untuk membela diri, dimana hal ini menggambarkan otoritas Saudi sebagai negara yang tidak beradab. (ARN)

About ArrahmahNews (11744 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: