Berita Terbaru

Setelah Borong F-15, Sikap Saudi Melunak Pada Qatar

Setelah Borong F-15, Sikap Saudi Melunak Pada Qatar

Sabtu, 17 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Rezim Riyadh tampaknya melunakkan sikapnya terhadap Doha di tengah ketegangan diplomatik yang kuat antara kedua belah pihak, dimana Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut Qatar sebagai “sekutu” dalam sambutannya yang terakhir.

Jubeir mengatakan kepada wartawan di London pada hari Jumat bahwa negaranya tidak berniat merugikan orang-orang Qatar, kantor berita Rai Al-Youm melaporkan. (Baca juga: Qatar Borong 36 Jet F-15 di Tengah Krisis Dengan Saudi dan UEA)

Dia lebih jauh menggambarkan Qatar sebagai “sekutu” di Dewan Kerjasama Teluk (Persatuan Teluk) beranggota enam negara (GCC).

Pada awal Juni, Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab meluncurkan kampanye terkoordinasi untuk mengisolasi Qatar, yang menurut Doha berasal dari kebijakan luar negerinya.

Keempat negara tersebut memotong hubungan diplomatik dan ekonomi mereka dengan Qatar, menuduh Doha mengacaukan wilayah dengan dukungannya terhadap terorisme, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pemerintah Qatar. Sejumlah negara lain mengikutinya untuk memutuskan atau mengurangi hubungan diplomatik dengan Doha. (Baca juga: MEMANAS! Dua Pangeran Saudi Bersitegang Terkait Qatar)

Di tempat lain dalam sambutannya, Jubeir berkata, “Sudah cukup, dan saudara kami Qatar tidak dapat terus mendanai ekstremisme, meneror dan menghasut serta menggunakan media yang tidak bersahabat dan mengganggu urusan negara lain.”

Dia juga mencatat bahwa Riyadh, Manama, Cairo dan Abu Dhabi sedang menyusun “daftar keluhan yang perlu ditangani dan perlu diperbaiki oleh Qatar,” serta menekankan bahwa daftar tersebut tidak termasuk “tuntutan”.

“Kami sedang mengerjakan para mitra Bahraini, Emirati dan Mesir untuk menyusun daftar ini dan mempresentasikannya ke Qatar, dan saya pikir ini akan segera dilakukan,” katanya.

Diplomat Saudi lebih jauh menekankan bahwa dia mengharapkan tanggapan positif dari Doha yang akan menjadikan kawasan ini “tempat yang lebih baik”. (Baca juga: Israel, Saudi dan UAE Bersekutu dalam Lobi Anti-Qatar di Kongres AS)

Nada yang melunak terjadi setelah Qatar mengumumkan penandatanganan kesepakatan senilai 12 miliar dolar untuk membeli jet tempur F-15 dari Amerika Serikat.

Pentagon mengatakan bahwa penjualan tersebut akan memberi Qatar “kemampuan canggih dan meningkatkan kerjasama keamanan dan interoperabilitas” antara Doha dan Washington, FNA melaporkan.

Awal pekan ini, pasukan angkatan laut Qatar dan AS juga mengakhiri latihan militer tiga hari di Teluk Persia.

Secara terpisah pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengadakan pembicaraan dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Jeddah sebagai bagian dari upaya untuk menyelesaikan krisis diplomatik paling besar di Teluk Persia selama bertahun-tahun, kantor berita Turki Anadolu melaporkan.

Sumber diplomatik menilai pertemuan tersebut “positif” tanpa menjelaskan lebih jauh rinciannya. Sebelum pertemuan tersebut, Cavusoglu berkata, “Kami ingin mendengar pandangan Arab Saudi mengenai kemungkinan solusi dan akan berbagi pandangan mereka dengan cara yang transparan.”

Cavusoglu, yang negaranya menganggap Doha sebagai sekutu utamanya di kawasan Teluk Persia, sebelumnya telah melakukan perjalanan ke Kuwait dan Qatar untuk menengahi sebuah pemukiman.

Awal pekan ini, gerai berita New Arab melaporkan bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah meminta para pemimpin Teluk Persia untuk memperluas keretakan diplomatik dengan Qatar untuk memasukkan Turki.

Sisi menyarankan agar boikot Turki harus bertahan sampai berhenti mendukung Qatar.

Krisis regional pecah bulan lalu setelah kantor berita negara Qatar QNA merilis komentar yang dikaitkan dengan Emir yang menggambarkan Iran sebagai “kekuatan Islam,” yang mengkritik Presiden AS Donald Trump dan memuji gerakan perlawanan Palestina Hamas.

Qatar kemudian mengatakan bahwa hacker telah masuk ke situs QNA dan menerbitkan berita palsu tersebut, namun penyangkalan tersebut tampaknya gagal meyakinkan rezim Riyadh dan sekutu Arab Teluk Persia. (ARN)

About ArrahmahNews (10078 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: