Berita Terbaru

Jokowi Juga Menitipkan Persatuan Dan Kesatuan NKRI Pada Ulama di Ungaran

Minggu, 18 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo berdialog dengan sekitar 20 alim ulama saat berbuka bersama di rumah makan Mang Eling, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/6/2017).

Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, KH Yusuf Chudlori mengatakan undangan tersebut sebagai ajang silaturhami dengan para ulama.

“Pak Jokowi banyak menitipkan tentang persatuan dan kesatuan, menjaga NKRI, karena para Kyai-Kyai ini yang selalu menemani masyarakat,” kata ulama yang akrab disapa dengan Gus Yusuf ini. (Baca juga: Jokowi Ajak Umat Muslim Saling Hargai Sesama Umat Muslim dan Agama Lain)

Gus Yusuf menambahkan para ulama juga menyampaikan beberapa masukan supaya Jokowi mengkaji ulang bahkan mencabut aturan Full Day School (FDS) yang menjadi keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

“Para kyai khawatir (aturan FDS), nantinya dapat membunuh pelan-pelan Madrasah Diniyah, TPQ (Taman Pendidikan Alquran), pengajian sore dan anak-anak kehilangan akal kulturnya karena tidak berinteraksi dengan kegiatan kultural,” sambungnya.

Terkait masukan tersebut, Gus Yusuf mengatakan Jokowi akan memanggil Mendikbud secepatnya. (Baca juga: Kapolri Berdoa Bersama Ulama Jaga Keutuhan NKRI Saat Sambangi Gus Mus)

“Tadi juga ada paparan bahwa kegiatan itu (FDS) tidak harus murni di sekolah dan Presiden menyampaikan bahwa memang praktiknya tidak segampang itu,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan tidak hanya di Ungaran, Kabupaten Semarang, saja dirinya mengundang para ulama untuk berbuka bersama. Setiap kunjungan kerjanya, Jokowi mengatakan bahwa dia selalu mengundang para ulama untuk berbicara tentang keumatan dan kebangsaan.

“Ke Kalimantan Selatan (ulama) diundang, ke Jawa Timur diundang, ke sini (Jawa Tengah, Red) diundang. Supaya dapat masukan sebanyak-banyaknya. Supaya kita bisa mendengar arus bawah inginya seperti apa, para ulama inginnya seperti apa,” papar Jokowi. (Baca juga: Jokowi Perintahkan Kapolri & Panglima TNI Tindak Tegas Pengganggu NKRI)

Jokowi menambahkan pertemuan-pertemuan ini untuk menitipkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ya untuk mengingatkan kepada kita semua. Kadang kalau tidak diingatkan kita sering lupa bahwa negara ini sangat beragam. Bahwa negara ini memiliki agama yang berbeda-beda, suku yang bermacam-macam,” sambung Jokowi.(ARN)

Sumber: tribun

About ArrahmahNews (11744 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: