arrahmahnews

Ini Respon Kapolri Soal Penyanderaan Anggaran Polri

Rabu, 21 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, BOGOR – Usulan Salah satu anggota pansus Mukhamad Misbakhun agar pembahasan anggaran RAPBN 2018 Kepolisian dan KPK tidak perlu dilakukan, jika Miryam S Haryani tidak dihadirkan ke Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut membuat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian angkat bicara.

Menurut Tito, jika penyanderaan angaran itu direalisasikan, akan banyak tugas kepolisian yang terbengkalai. Termasuk fungsi utama Polri yakni melayani masyarakat dan memberikan rasa aman.

“Mungkin akan mengorbankan operasi kepolisian kemudian keamanan masyarakat,” ujar Tito di kompleks PTIK, Jakarta, Selasa (20/6/2017) malam.

Tito mengatakan, menghambat anggaran Polri bukan berdampak pada Kapolri secara personal, melainkan institusi kepolisian secara keseluruhan. Masyarakat juga terkena imbas karena tidak mendapat perlindungan. (Baca juga: Respon KPK Terhadap Ancaman Pembekuan Anggaran)

“Ini kan bukan Tito pribadi, tapi untuk personel mengamankan rakyat,” kata Tito.

Implikasi dari tidak dibahasnya anggaran RAPBN 2018, adalah anggaran terhadap dua institusi tersebut di 2018 tertahan.

“Apabila mereka tidak menjalankan apa yang menjadi amanat UU MD3 maka DPR mempertimbangkan, saya meminta komisi III mempertimbangkan pembahasan anggaran untuk Kepolisian dan KPK (tak dilakukan),” kata Misbakhun. Namun, ia membantah jika usulan tersebut merupakan ancaman kepada Kepolisian dan KPK. “Kami enggak mengancam apa-apa. Kami menggunakan kewenangan kami,” kata Misbakhun. (ARN)

Sumber: kompas

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: